• Terdampak Kemarau, Keterserapan Pupuk untuk Jabar-Banten Terganggu

    Oleh : Asep Mulyana09 Agustus 2018 14:41
    INILAH, Karawang - PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC), Kabupaten Karawang melansir, di musim kemarau ini keterserapan pupuk mengalami penurunan. Penyebabnya, karena dengan kondisi cuaca seperti sekarang ini kebutuhan petani akan pupuk tidak terlalu besar.

    Manager Komunikasi PT PKC, Ade Cahya Kurniawan membenarkan terkait hal tersebut. Dari data yang ada, terhitung sejak awal Agustus kemarin, distribusi pupuk jenis urea yang diproduksi perusahaannya untuk wilayah Jabar-Banten hanya terserap 1.500 ton per hari.

    "Keterserapannya ada penurunan sekitar 50 %. Normalnya, itu di angka 3.000 ton per hari. Tapi di musim kemarau ini penyerapannya hanya mampu 1.500 ton saja," ujar Ade INILAH, Kamis (9/8/2018).

    Ade menjelaskan, penurunan serapan pupuk ini disebabkan musim kemarau. Mengingat, sejumlah wilayah di Jabar dan Banten ada sebagian yang telah terdampak kekeringan. Sehingga, petani tidak bisa bercocok tanam dan melakukan pemupukan. Dikarenakan, ketersediaan airnya tidak ada.

    "Karena kondisi ini, otomatis berpengaruh terhadap serapan pupuk," jelas dia.

    Meski demikian, lanjut Ade, stok pupuk yang diproduksi Kujang sampai saat ini cukup aman. Pupuk urea yang tersedia di gudang lini II (pabrik) dan gudang lini III tingkat kabupaten/kota, saat ini mencapai 69.847 ton.

    Jika di prosentasekan, stok pupuk saat ini mencapai 370 persen. Adapun stok ini, bisa mencukupi untuk kebutuhan Jabar-Banten selama dua bulan kedepan.

    Khusus untuk wilayah Karawang, Ade menjelaskan, stok pupuk yang tersedia saat ini mencapai 3.295 ton. Dengan demikian, stok urea yang cukup melimpah ini, diharapkan tidak ada masalah yang dihadapi petani. Terutama, soal kelangkaan pupuk.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT