• Gedung Baru Setda Kota Cirebon Dipantau Kejari

    Oleh : erika08 Agustus 2018 18:40
    INILAH, Cirebon- Gedung baru Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon diduga dicurigai Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon akibat proses pembangunannya yang memakan waktu lama.

    Tim Kejari Kota Cirebon yang terdiri dari sekitar enam orang diketahui meninjau langsung gedung setinggi delapan lantai yang berlokasi di belakang Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Rabu (8/8). Tim dipimpin Kepala Seksi Intel Kejari, Nurul Hidayat, bersama sejumlah pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cirebon, termasuk mantan Kepala Dinas PUPR, Budi Raharjo.

    Tak lama, Kepala Kejari Kota Cirebon, Arifin Hamid, datang menyusul tim dan melihat-lihat gedung yang masih dalam proses pembangunan. Hingga kini, gedung tersebut memang belum rampung seluruhnya, meski telah melalui addendum dua kali.

    Sayang, Arifin enggan menjelaskan perihal kunjungan hari itu. Sementara, Nurul Hidayat membantah kedatangan mereka terkait dugaan ketidakberesan dalam pembangunan gedung baru tersebut.

    "Kebetulan tadi antar undangan, lewat sini. Ya, kami singgah," cetusnya.

    Kepala PU DPUPR Kota Cirebon, Irawan Wahyono mengungkapkan, pembayaran gedung setda delapan lantai belum seluruhnya dilakukan. Sejauh ini, pembayaran baru dilakukan sekitar 60% atau Rp52 miliar.

    "Untuk pembayaran berikutnya masih harus ada proses penerimaan hasil pekerjaan yang tim penilainya melibatkan sejumlah akademisi," jelasnya.

    Kehadiran akademisi untuk mengakurasi persentase angka gedung yang sudah dibangun dengan pembayaran yang harus pihaknya lakukan. Dalam kesempatan itu, pihaknya sendiri tak mempersoalkan peninjauan tim Kejari Kota Cirebon.

    "Mereka cuma beranggapan terlalu lama (pembangunannya)," ujarnya.

    Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon membangun gedung Setda delapan lantai untuk menggantikan bangunan kantor yang dinilai sudah tak layak. Pada 2016, dianggarkanlah Rp86 miliar untuk pembangunan gedung baru yang didirikan di atas lahan yang sama dengan merubuhkan bangunan perkantoran lama, kecuali kantor wali kota yang menempati gedung cagar budaya (heritage).

    Gedung baru dibangun sejak November 2016 dengan target selesai sesuai kontrak pada Desember 2017. Selanjutnya, pada September 2018 gedung tersebut sudah bisa digunakan.

    Nyatanya, hingga Desember 2017, pembangunan belum rampung hingga akhirnya pemkot menempuh addendum atau perpanjangan kontrak hingga Februari 2018. Namun, hingga adendum selesai, pembangunan gedung tak kunjung selesai.

    Akhirnya, pada 10 April 2018, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Asep Dedi, menghentikan pembangunan gedung untuk memastikan nilai proyek yang harus dibayarkan Pemkot Cirebon. Hanya, meski telah dihentikan, sejumlah pekerja masih terlihat bekerja di sejumlah titik di gedung tersebut hingga kini.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT