• KBM Siswa Terganggu Akibat Ruang Kelas SMPN 7 Purwakarta Rusak

    Oleh : Asep Mulyana18 Juli 2018 17:41
    fotografer: Asep Mulyana
    INILAH, Purwakarta - Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMPN 7 Purwakarta, di awal tahun ajaran 2018/2019 ini sedikit terganggu. Pasalnya, sampai saat ini ada tiga lokal ruang kelas yang kondisinya rusak parah akibat tertimpa pohon pada tiga bulan lalu masih belum diperbaiki.

    Atas kondisi tersebut, pihak sekolah terpaksa menumpuk siswa di setiap kelasnya melebihi kuota yang ditentukan. Supaya, kegiatan KBM para siswa ini bisa berjalan sebagai mana mestinya.

    Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Purwakarta, Dedeh M Maemunah membenarkan, jika tiga ruang kelas yang mengalami rusak parah ini tak kunjung diperbaiki. Padahal, pihak sekolah telah mengajukan perbaikan ke kementerian pendidikan melalui dinas terkait.

    "Belum ada upaya perbaikan. Kondisi ini, sudah seringkali disampaikan ke pihak dinas," ujar Dedeh kepada wartawan di kantornya, Rabu (18/7/2018).

    Dedeh mengaku, pihaknya kerap mempertanyakan bantuan perbaikan untuk ruang kelas yang mengalami rusak ini, baik ke dinas terkait maupun ke kementerian. Namun, sampai saat ini belum ada kepastian apapun.

    "Sebenarnya, kami juga telah menandatangani MoU dengan Kementerian Pendidikan, namun hingga kini belum ada realisasinya untuk perbaikan ini," seloroh dia.

    Ada yang menjadi kekawatiran pihaknya dengan kondisi rusaknya ruang kelas ini. Yakni, khawatir kayu dan genting sisa-sisa hantaman pohon tumbang itu malah membahayakan siswanya. Karena, bisa saja tiba-tiba bangunan dan kayu yang rapuh itu menimpa siswanya saat sedang beraktivitas di dekatnya.

    "Kami sudah sering memasang tali pembatas agar tidak ada yang melintas. Tapi, keberadaan tali pembatas itu kerap hilang, dan meski sudah berkali-kali diingatkan, masih saja ada siswa yang melintas di situ," ujar dia.

    Tidak hanya berimbas kepada kenyamanan belajar siswa, pihak sekolah pun terpaksa memadatkan siswa disetiap kelasnya. Hal itu dilakukan, agar KBM bisa tetap berjalan.

    "Saat ini, kami menerima siswa baru sesuai dengan jumlah kuota yang terdaftar di Dapodik, di mana tiap kelas maksimal menampung 32 siswa," tambah dia.

    Namun, sambung dia, dengan kondisi tiga kelas rusak ini pihaknya terpaksa mengakalinya dengan menambah jumlah siswa di tiap kelas menjadi 40 siswa per kelas.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT