• Di Garut, Harga Telur Eceran Mencapai Rp40 Ribu/Kilogram

    Oleh : Nul Zainul Mukhtar12 Juli 2018 16:02

    INILAH, Bandung- Dalam sepekan terakhir, harga telur ayam di pasar tradisional di Kabupaten Garut terus merangkak naik hingga mencapai Rp27.000-28.000 per kilogram.

    Terlebih, harga telur ayam tersebut di tingkat pengecer, dan warung lebih mahal lagi, brkisar Rp32.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

    “Sebelum-sebelumnya, saya biasa beli telur di Pasar Guntur Ciawitali sekitar Rp18.000 per kilogram. Paling mahal ya sekitar Rp22.000 per kilogram. Tapi akhir-akhir ini harganya terus naik, dan sekarang harganya sekitar Rp27.000-Rp28.000 per kilogram,” kata Nurtanti (36) pemilik warung kelontongan di Kelurahan Pataruman Tarogong Kidul, Kamis (12/7/2018).

    Karena harga pembelian di pasar naik, tuturnya, dirinya terpaksa menaikkan harga jual telur di warungnya ke konsumen, dari semula Rp1.500 per butir menjadi Rp2.000 per butir.

    “Mungkin karena mau Idul Adha, harga telur jadi naik. Enggak tahulah !” ucapnya sambil mengangkat kedua bahunya.

    Keluhan mahalnya harga telur juga dikemukakan Hilda warga Panawuan Kelurahan Sukajaya.

    Dikatakan, dirinya terpaksa membeli telur ayam secara eceran di warung dengan harga Rp2.500 per kilogram.

    “Jika beli satu kilogram, harganya bisa sampai Rp40.000 dengan jumlah sebanyak 16 butir telur,” ujarnya.

    Dia menyebutkan, selain telur ayam, harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat lainnya juga mengalami kenaikan harga. Seperti daging ayamnya yang harganya naik tajam dari semula Rp26.000 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram.[jek]


    TAG :


    Berita TERKAIT