• Headline

    Pelabuhan Cirebon Diproyeksikan Pelabuhan Pengumpan

    Oleh : erika11 Juli 2018 18:11
    INILAH, Cirebon- PT Pelindo II Cirebon fokus memasarkan Pelabuhan Cirebon sebagai pelabuhan pengumpan (feeder) ketimbang mengejar pasar pelayaran antar negara atau ekspor impor.

    Otoritas Pelabuhan Cirebon selama sekitar 25 tahun mengupayakan agar dapat langsung melakukan ekspor ke pelabuhan asal maupun ke Singapura. Sayang, upaya itu kerap menghadapi aral dengan permintaan atau syarat pihak pembeli yang telah menentukan perusahaan pengangkutannya.

    Manajer Komersil PT Pelindo II Cirebon, Andrian Aritonang menjelaskan, menjadikan Pelabuhan Cirebon sebagai pelabuhan pengumpan dipandang sebagai solusi atas upaya optimalisasi Pelabuhan Cirebon yang selama ini kerap terkendala. Konsep bisnis baru itu diambil setelah melakukan survey kepada konsumen di Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon dari pintu ke pintu.

    "Prinsip kami melayani konsumen, apapun permintaannya karena kami merupakan penyedia jasa," katanya, Rabu (11/7).

    Berdasar survey, angka potensi komoditas ekspor dari Kota Cirebob dan Kabupaten Cirebon mencapai 1.500 TEUS/bulan. Sementara, dai data izin ekspor di Bea Cukai Cabang Cirebon, potensi ekspor dari Wilayah Cirebon yang terdiri dari lima daerah (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) mencapai 3.000 TEUS/bulan.

    Potensi pasar ekspor dan impor di Wilayah Cirebon pun dipastikan akan terus tumbuh seiring makin tingginya investasi yang masuk ke Wilayah Cirebon. Untuk tahap awal, PT Pelindo menargetkan 800 TEUS/bulan.

    "Seagai pelabuhan feeder, komoditas ekspor diangkut melalui Pelabuhan Cirebon menuju Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta," cetusnya.

    Ongkos angkut melalui Pelabuhan Cirebon yang ditawarkan sama dengan pengangkutan melalui jalur darat, hanya dengan kemudahan bill of lading yang bisa diterbitkan di Cirebon. Sekalipun biayanya sama, pihaknya menjamin total biaya pengangkutan lebih murah melalui Pelabuhan Cirebon karena tak ada ongkos untuk biaya lain-lain yang tak resmi.

    Pihaknya optimistis paling lambat September 2018 pengangkutan komoditas ekspor dari Pelabuhan Cirebon menuju Pelabuhan Tanjung Priok telah dapat dilakukan. Saat ini, pihaknya tengah mengajukan izin untuk tempat penimbunan sementara kontainer.

    "Bersamaan dengan itu, kami juga membenahi infrastruktur di pelabuhan, termasuk pengerukan kolam dan alur hingga -6 LWS supata kapal berukuran 3.000 GT bisa lewat," paparnya.

    Konsep bisnis baru ini pula diakuinya sebagai upaya antisipasi beroperasinya Pelabuhan Patimban. Walau hanya sebagai pelabuhan pengumpang, dia meyakinkan multiplier effect terhadap roda perekonomian daerah dan warga sekitar tetap besar.

    Menurutnya, konsep bisnis ini pun sekaligus menyinergikan program pemerintah perihal tol laut, poros maritim, maupun pengurangan beban angkutan jalan raya. Secara keseluruhan, pengembangan Pelabuhan Cirebon sebagai pelabuhan pengumpan akan menghabiskan anggaran mencapai Rp7 triliun.

    Upaya pengembangan sendiri baru akan dimulai pada 2020 atau molor dari agenda semula pada pertengahan 2018 ini karena berbagai faktor yang menghalanginya. Pihaknya sejauh ini tengah memproses pengajuan dokumen Amdal, sebelum kemudian pengajuan detail engineering design (DED) pada 2019.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT