• Malam Takbiran dan Lebaran, Petugas Kebersihan Purwakarta ‎Siaga 24 Jam

    Oleh : Asep Mulyana14 Juni 2018 10:25
    INILAH, Purwakarta - Pemkab Purwakarta, akan menyiagakan 24 jam petugas kebersihan di sejumlah titik, terutama di jalur protokol pada malam takbiran hingga hari pertama lebaran nanti. Di titik krusial ini kerap dibanjiri sampah saat moment tersebut.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta, Didi Suwardi menuturkan, biasanya pada malam takbiran hingga pagi menjelang Salat Ied terjadi peningkatan volume sampah. Karenanya, pihaknya akan menyiagakan petugas kebersihan untuk mengantisipasi supaya tak ada penumpukan sampah.

    "Jadi, petugas kebersihan tak akan libur saat takbiran. Mereka akan disebar di beberapa tempat keramaian, terutama di jalur protokol yang menjadi titik konsentrasi warga," ujar Didi, kepada INILAH, Kamis (14/6).

    Menurut dia, produksi sampah yang dihasilkan warga saat moment tersebut berbeda dari hari biasanya. Pihaknya memprediksi, volume sampah akan meningkat pada saat takbiran dan lebaran nanti. Adapun kenaikannya, sekitar 2-3 kali lipat dari hari normal.

    "Selain petugas penyapu, nanti kami siagakan juga petugas penyisir yang mengangkut sampah, supaya tak terjadi penumpukan di tempat pembuanagn sementara (TPS)," tambah dia.

    Pihaknya merasa kasihan kepada para petugas sapu dan pemungut sampah yang bertugas di pusat kota itu. Mereka sampai rela tak berlebaran demi membersihkan sisa-sisa sampah yang ditinggalkan masyarakat dan para pedagang.

    "Ya mau bagaimana lagi, kalau kami libur nanti siapa yang akan ngurus sampah," seloroh dia.

    Terkait jumlah petugas kebersihan, kata dia, mencapai 329 orang. Mereka terdiri dari petugas sapu dan sopir armada sampah.

    "Nanti mereka akan di shift. Jadi, siapa saja yang bertugas di malam takbiran, siapa yang bertugas setelah shalat Ied," tambah dia.

    Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat, juga memastikan Jalan Jenderal Sudirman (Pasar Jumaah) yang merupakan pusat kota, akan steril dari pedagang kaki lima (PKL) musiman pada malam takbiran. Hal tersebut dilakukan, sebagai upaya menjaga kenyamanan di masyarakat.

    Terlebih, keberadaan para pedagang ini dikhawatirkan akan membuat pusat kota tersebut terlihat kumuh. Karena, secara tidak langsung bakal menyumbang produksi sampah di lokasi tersebut.

    Kabid Trantibum Satpol PP Purwakarta, Beny Primiadi mengatakan, di malam takbiran pihaknya akan menyiagakan anggotanya di seluruh jalur itu. Supaya, tak ada PKL yang mangkal di pusat kota tersebut.‎

    Tak hanya itu, petugasnya pun akan terus menyisir untuk melakukan penertiban gelandangan dan pengemis (gempeng) dadakan yang kerap datang di moment tersebut.

    "Sebelumnya, kami sudah membuat edaran soal larangan berjualan ini. Kalau ada yang membandel, kami akan tertibkan," pungkasnya.

    TAG :


    Berita TERKAIT