• Headline

    Setahun Pertama Emil Percayakan Wakilnya Mengurus BJB

    Oleh : Rianto Nurdiansyah08 Oktober 2018 16:51
    INILAH, Bandung-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil percayakan pengelolaan Bank BJB kepada Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. Hal tersebut dilakukan mengingat dalam satu tahun pertama masa kepemimpinannya akan fokus membenahi Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

    Dia katakan, penyerahan kewenangan pengelolaan badan usaha milik daerah (BUMD) ini merupakan hal yang wajar.

    "Setahun ini saya titip ke Pak Wagub dulu. Kan tugasnya wakil gubernur adalah mengisi tupoksi gubernur, yang gubernur mungkin sibuk," ujar Ridwan Kamil, di Kota Bandung, Senin (8/10/2018).

    Gubernur karib disapa Emil ini memaparkan, dalam setahun pertama ini setidaknya ada sebanyak 54 OPD di bawah pimpinannya yang harus fokus ditangani. Nantinya, lanjut Emil, Uu berwenang mengelola BUMD dari semua aspek. "Untuk mengawal semua urusan, dimulai dengan mengevaluasi semua performa," katanya.

    Selain Bank BJB, Emil menyerahkan pengelolaan BUMD lainnya kepada Uu. "Semuanya. Semuanya akan dicek. Diaudit dulu lah," jelas dia.

    Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum membenarkan hal itu. Sebagai contoh, Uu menyoroti Bank BJB, salah satu BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Uu meminta rapat umum pemegang saham (RUPS) Bank BJB segera dilakukan November mendatang agar bisa mengambil berbagai kebijakan, seperti mekanisme pengangkatan direksi.

    Dia menginginkan jenjang karier di Bank BJB bisa berjalan dengan baik. Demikian karyawan bisa mendapat penghargaan yang sepantasnya sesuai dengan prestasi. "Mereka yang sudah membesarkan, berjasa. Kan yang lebih tahu tentang Bank BJB, ya mereka yang di dalam. Jadi sudah sepantasnya mereka mendapatkan penghargaan seperti promosi jabatan," katanya.

    Selain itu, Uu ingin kultur Jawa Barat dan Banten lebih terlihat di bank pelat merah tersebut. "Orang Jawa Barat harus menjadi ruh nya, urat nadi dalam pengelolaan BJB ini. Bukan berarti yang lain tidak boleh," katanya.

    Disinggung nama-nama kandidat yang akan mengisi direksi bank pelat merah tersebut, Uu mengaku belum ada satu pun nama yang dikantonginya. Dia mengatakan bakal menyerahkan kualifikasi direksi ini kepada keputusan Otoritas Jasa Keuangan selaku otoritas perbankan di Tanah Air. "Semuanya harus sesuai aturan, seperti lolos fit proper test di OJK," katanya.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT