• BUMN Industri Strategis Perkenalkan Produk Unggulan

    Oleh : Doni Ramdhani10 Oktober 2018 17:36
    fotografer: Doni Ramdhani
    INILAH, Bandung - Di Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF) World Bank 2018, sejumlah BUMN industri strategis mempresentasikan produk unggulannya. Dua di antaranya dilakukan Pindad dan PT Dirgantara Indonesia.

    Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengatakan, pameran itu digelar di Indonesia Pavilion selama pertemuan tingkat tinggi berlangsung di Nusa Dua, Bali. Indonesia Pavilion merupakan wahana yang menyuguhkan sejumlah pencapaian Indonesia sekaligus memperkenalkan Indonesia selama gelaran berlangsung.

    "Tampilnya Pindad bersama BUMNIS (BUMN Industri Strategis) lainnya di Indonesia Pavilion sebagai wujud sinergi BUMN untuk memperkenalkan Indonesia. Apalagi di gelaran IMF-World Bank 2018 ini Pindad juga akan menandatangani MoU dengan nilai investasi yang tinggi," ujar Abraham.

    Menurutnya, di wahana tersebut informasi tentang pencapaian dan perkembangan perusahaan disajikan dan dikemas secara digital dan atratktif. Para delegasi dari 189 negera peserta IMF World Bank 2018 yang mengunjungi area ini akan mendapatkan informasi secara detail. Dalam kesempatan tersebut, Pindad menampilkan beberapa produk unggulan dalam bentuk miniatur yaitu Medium Tank, SPR 2, SS2 V4, Excava 200, Badak 6x6 Canon 90 mm, Panser Anoa 6x6.

    Selain itu, media gambar digital dan video disajikan untuk menunjukkan perkembangan eknomi, infrastruktur, prioritas pembangunan serta peluang-peluang investasi untuk para investor. Di sudut lain, PT DI pun mempresentasikan produk unggulannya.

    Sementara, Menteri BUMN Rini M Soemarno mengatakan uraian perkembangan Indonesia yang disajikan di area seluas 2.000 m2 ini untuk membuka jalan bagi ribuan delegasi negara yang hadir di IMF World Bank untuk lebih mengenal pencapaian Indonesia. Tak hanya itu, dia pun mengajak para investor untuk menjadi bagian dari perjalanan perkembangan Indonesia di berbagai bidang, ekonomi, industry, infrastruktur serta pariwisata di masa yang akan datang.

    Adanya Indonesia Pavilion itu pun mendapat respons positif Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde. Dia mengaku terkesan melihat perkembangan industri strategis, pariwisata, dan financial technology Indonesia.

    "Saya senang Indonesia bisa membangun pesawat sendiri dan bisa mengekspornya ke luar dengan menggunakan material sendiri," ujar Lagarde ketika mengunjungi area showcase manufacture.

    Lagarde juga terpukau ketika melihat miniatur proyek Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Wanita asal Prancis itu sempat mengungkapkan ketertarikannya dengan KEK Mandalika setelah mengetahui wilayah ini terbebas dari kerusakan saat gempa mengguncang Lombok pada Juli lalu.

    Selain itu, Lagarde juga menunjukkan perhatiannya ketika menyambangi para pengrajin batik, lukis kipas dan tenun di area Workshop. Dia bahkan sempat berinteraksi langsung dengan para pengrajin lukis kipas. Dalam kesempatan itu, dia juga mengungkapkan kekagumannya setelah mengetahui bahwa pengunjung Paviliun Indonesia dapat mengetahui langsung harga produk-produk yang ditampilkan dalam area UMKM melalui aplikasi smartphone.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT