• Headline

    Pindad Siapkan Komodo B20

    Oleh : Doni Ramdhani21 September 2018 10:09
    INILAH, Bandung - Seiring perkembangan zaman, Pindad mempersiapkan setiap produk kendaraan taktisnya menggunanan bahan bakar energi terbarukan.

    Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengatakan, produk kendaraan Komodo diproyeksikan menggunakan B20.

    "Untuk penggunaan konsumsi B20, kita siap. Yang disetujui untuk itu Komodo," kata Abraham Mose, beberapa waktu lalu.

    Bahkan, dia menyebutkan pihaknya mengembangkan dan mengarah tujuan yang lebih baik lagi. Yakni, bahan bakar B50 sebagai sumber energi.

    Penggunaan B20 ini akan diterapkan pada produk yang dipakai TNI. Selain itu, penggunaan mesin ramah lingkungan ini pun diaplikasikan pada produk kendaraan ekspor.

    Terkait B20, Kasubdit Pelayanan dan Pengawasan Usaha, Ditjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Edi Wibowo mengatakan bahan bakar ini telah diujicoba sejak 2014 lalu.

    "B20 ini aman dipakai kendaraan bermotor. Dipastikan tidak ada masalah. Bahan bakar ini merupakan bentuk nyata dari energi terbarukan. Karena ini merupakan campuran minyak solar dengan minyak nabati dari kelapa sawit," kata Edi.

    Selain bahan bakar kendaraan bermotor, biodiesel murni (B100) saat ini digunakan untuk pembangkit listrik. Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No 12/2015, B20 ini dipasarkan ke publik.

    Pasalnya, sejak awal 2016 ini B20 sudah bisa dipasarkan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

    Edi menuturkan, pemanfaatan biodiesel berdampak secara ekonomi. Setidaknya, ini mengurangi ketergantungan impor BBM. Pada 2014, penggunaan solar berkurang sebesar 1,694 juta kiloliter.

    Selain dapat menjaga ketahanan cadangan energi nasional, ketersediaan bahan baku energi terbarukan ini pun berdampak signifikan terhadap neraca perdagangan karena mengurangi impor BBM. Pada 2014, pemanfaatan biodiesel ini mampu menghemat devisa sebesar Rp10 triliun.

    Direktur Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit Dadan Kusdiana menjelaskan, uji coba di suhu rendah membuktikan jika B20 tidak mengalami perubahan bentuk yang dapat membuat kerusakan pada mesin kendaraan.

    "Titik kabut B20 adalah 0 derajat Celcius. Titik kabut solar murni adalah -2 derajat Celcius, sedangkan B100 (biodiesel murni) adalah 15 derajat Celcius," ucapnya.

    TAG :


    Berita TERKAIT