• Mahasiswa, Garda Terdepan Berantas Hoaks

    Oleh : Doni Ramdhani08 Oktober 2018 19:29
    fotografer: Doni Ramdhani
    INILAH, Bandung - Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkomkinfo) menggelar kegiatan forum Sosialisasi Pemilu. Kegiatan bertema “Menjadi Pemilu Cerdas” ini merupakan kerja sama antara pemerintah dengan KPU Jabar dan Universitas Widyatama.

    Tenaga Ahli Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo Hendrasmo mengatakan, Pemilu 2019 mendatang akan menyedot generasi milenial sebagai segmen terbanyak. Untuk itu, pemerintah menganggap perlu untuk mengadakan sosialisasi pemilu dan antihoaks karena segmen usia 17-35 tahun ini merupakan pengguna aktif media sosial.

    "Data menunjukkan, kebiasaan millenial mendapatkan informasi dari media sosial. Jumlah penerima hoaks 42% di Whatsapp dan Facebook. Hoaks ini adalah upaya disinformasi atau fake news yang sengaja diciptakan oleh akun-akun yang dipalsukan," kata Hendrasmo dia di Bandung, Senin (8/10).

    Berdasarkan itu, dihadapan ratusan mahasiswa yang hadir dia mengimbau agar mahasiswa menjadi garda terdepan untuk membantu meluruskan informasi-informasi yang salah di masyarakat. Mahasiswa diakuinya harus bisa memberikan contoh pada masyarakat agar selalu skeptis terhadap inforomasi.

    "Intinya, begitu mendapat informasi, kita harus kroscek ke semua pihak," tambahnya.

    Sementara itu, Universitas Widyatama Islahuzzaman mengatakan selaku civitas akademika dirinya berharap Pemilu 2019 melahirkan pemimpin yang amanah, bertanggung jawab, dan mampu mensejahterahkan rakyat. Dia menyebutkan, mahasiswa tidak salah memilih dalam hajat demokrasi lima tahunan itu.

    "Kita tidak boleh salah memilih. Salah memilih berarti akan menentukan nasib masa depan bangsa kita. Untuk itu, jadilah pemilih yang cerdas dalam pemilu," ujar Ishaluzzaman.

    Sebagai ilmuwan, di menuturkan agar mahasiswa mampu bertindak cerdas dalam menghadapi Pemilu. Sikap cerdas tersebut bisa dimulai dengan menyaring informasi-informasi yang diterima, agar tidak masuk ke dalam perangkap hoaks atau berita bohong.

    "Masa depan lima tahun ke depan ada di Pemilu 2019. Ketika memilih, carilah info sebanyak-banyaknya tentang calon sehingga kita terhindar dari kesesatan termasuk hoaks. Pelajari visi misi calon, pelajari programnya untuk lima tahun ke depan. Peran pemuda adalah proaktif dalam ikut pemilu. Cek kinerja calon pemimpin eksekutif maupun legislatif," jelasnya.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT