• Indonesia Kekurangan Talenta Teknologi Digital

    Oleh : Rianto Nurdiansyah28 September 2018 21:30
    fotografer: INILAH/Rianto Nurdiansyah
    INILAH, Bandung - Pemerintah menargetkan Indonesia tumbuh menjadi negara digital ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara. Untuk mewujudkan ini perlu ditunjang oleh SDM yang unggul.

    Direktur Utama PT Telkom Indonesia Alex J Sinaga mengatakan, ada kesenjangan cukup besar antara SDM dengan skill tertentu dan memiliki keahlian di bidang tekonlogi digital. Kekurangan talent teknologi digital ini tidak hanya di Indonesia tapi juga negara lain. Hal tersebut berdasarkan survei dari McKinsey.

    Menurut dia, dihitung dari 100 eksekutif pada berbagai perusahaan dan industri yang disurvei, hampir 62 di antaranya menyatakan ada kesenjangan yang besar antara orang yang tidak dan ingin bertransformasi ke arah digital.

    "Artinya apa? Speed (kecepatan) universitas orang yang punya kompetensi digital ternyata lambat. Karena gapnya semakin besar," ‎ujar Alex, belum lama ini.

    Dia optimistis, Indonesia mampu mewujudkan itu, mengingat memiliki banyak potensi yang bisa digali dan dimanfaatkan dengan baik.

    "Indonesia harus menjadi negara digital ekonomi besar di ASEAN. Mudah? Enggak. Peluang banyak, potensi banyak, luas ‎negara luar biasa. Infrastruktur persoalan besar kayaknya enggak. Modal khusus ada empat, kompetensi orang di dunia digital, cultural, aturan dan infrastruktur," paparnya.

    Pihaknya punya cara untuk mendukung upaya pemerintah untuk menyongsong era Industry 4.0, di mana terjadi perubahan menuju automation, robotika, dan pertukaran data yang ekstensif dan massif.

    pihaknya kembali menggelar ICT Expo and Digital Broadband Summit 2018 di Trans Convention Center, Jalan Jendral Gatot Subroto, Kota Bandung, pada 26-29 September 2018. Hajat ini digelar bertepatan dengan tahun kelima Telkom University (Tel-U) berdiri.

    Expo tahun ini diikuti sejumlah perusahaan besar. Di antaranya PT Telekomunikasi Indonesia, Huawei, ZTE, Telkomsel, Indosat dan Intel. Selain itu juga melibatkan perbankan dan Startup.

    "Diharapkan dapat memberikan masukan dan rekomendasi mengenai teknologi digital kepada Pemerintah Indonesia,” ujar Rektor Telkom University Adiwijaya.

    Lebih lanjut, khusus event DBS 2018 merupakan evolusi dari event Apresiasi Nasional Jaringan Akses (ANJA) yang telah sukses digelar pada tahun sebelumnya.

    Hanya saja dengan pergeseran tema yang semula menekankan pada infrastuktur kini menjadi digital. Adapun tema pada DBS 2018 adalah 'Empowering Digital Business through Enhancing Broadband Infrastructure'. [gin]

    TAG :


    Berita TERKAIT