• Headline

    Pemerintah Kedepankan Lima Karakter Utama Siswa untuk Cegah Ekstrimisme

    Oleh : Daulat Fajar Yanuar01 Juni 2018 11:39
    fotografer: Daulat Fajar Yanuar
    INILAH, Jakarta ‚Ä" Tantangan untuk menumbuhkan jiwa budi pekerti bagi siswa saat ini semakin kompleks dan serius. Untuk itu perlu dilakukan berbagai upaya agar dapat tumbuh jiwa yang bertanggungjawab, penuh akhlak mulia,dan cinta tanah air di dalam jiwa anak tanpa mengesampingkan prestasi di kelasnya.

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah akan melakukan langkah-langkah terukur dan sistematis melalui Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) untuk menyelesaikan masalah karakter siswa terutama agar tidak terpapar paham-paham yang esktrim.

    Muhadjir menjelaskan untuk melakukannya pemerintah mengedepankan lima nilai utama yaitu religiusitas, nasionalisme, gotong-royong, mandiri, dan integritas. Dia meyakini melalui kelima nilai utama tersebut maka siswa akan belajar untuk saling menghargai dan bertoleransi antarsesasama serta memahami perbedaan.

    Dia meminta seluruh sekolah di Tanah Air menerapkan PPK, karena melalui program tersebut seluruh aspek bisa ditangani dengan baik termasuk manajemen sekolah. Saat ini, lanjut Muhadjir, sudah ada sekitar 65 persen sekolah yang menerapkan PPK.

    "Mengapa belum 100 persen? Salah satu kendalanya adalah tenaga serta para ahlinya. Sehingga penerapannya belum optimal," kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.

    Muhadjir menambahkan pihaknya akan melakukan langkah terukur dan sistemik untuk menyelesaikan masalah karakter siswa. Pendidikan karakter bukanlah proses menghafal materi soal ujian tetapi memerlukan pembiasaan untuk berbuat baik, berlaku jujur, kesatria, malu berbuat curang, malu berbuat malas, dan sebagainya.

    Penerapan PPK di sekolah untuk jenjang SD, sebanyak 70 persen untuk pendidikan karakter dan 30 persen akademis. Kemudian, jenjang pendidikan SMP, proporsi pendidikan karakter sebesar 60 persen dan 40 persen untuk akademis.

    "Selama ini di sekolah lebih banyak mengedepankan aspek logis dibandingkan karakter. Untuk itu kita arus-utamakan kembali estetika, etika dan kinestetik melalui PPK ini," imbuh dia.

    Sementara Kasubdit Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMA Kemendikbud, Suharlan mengatakan, pihaknya berupaya menghimpun informasi dengan melibatkan mitra penduli pendidikan dan instansi-instansi pemerintah lainnya dalam menyusun strategi yang komprehensif bagi dunia pendidikan.

    Harapannya akan lahir strategi-strategi jitu perihal cara-cara terbaik dalam melindungi peserta didik dan memperkuat ketahanan sekolah dalam menghadapi bahaya penyebaran ekstrimisme di lingkungan pendidikan dan membangun komitmen bersama untuk memperkuat karakter kebangsaan siswa Indonesia.

    ‚ÄúPemerintah memandang program PPK sangat penting dilaksanakan oleh semua sekolah melalui internalisasi nilai-nilai religiusitas, nasionalisme, mandiri, integritas, dan gotong-royong agar estetika, etika, dan kinestetika dapat kembali diarus-utamakan,‚ÄĚ kata Suharlan.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT