• Headline

    Doakan Kami Konsisten Bangun Jurnalisme Positif

    Oleh : Zulfirman Tanjung10 November 2017 09:36
    ENAM tahun mengarungi deru ombak media. Keteguhan hati bersama jurnalisme positif membuat kami menatap masa depan lebih optimistis.
    Waktu terasa cepat berlalu. Tak terasa, sudah enam tahun INILAH KORAN menghiasi ruang publik Jawa Barat. Selama itu pula, dengan segala tantangan dan rintangan, tentu juga peluang, media ini konsisten mengunjungi pembaca.
    Semua masih terasa membekas. Terasa baru beberapa hari lalu. Ketika 10 November 2011, saat seluruh rakyat Indonesia merayakan Hari Pahlawan, kami mewujudkan semangat perjuangan itu dalam format: INILAH KORAN.
    Di Gedung Merdeka, Kota Bandung, pagi menjelang siang itu, sejumlah tokoh menjadi saksi lahirnya media ini. Dari Menteri Dalam Negeri (kala itu) Gamawan Fauzi, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, tokoh nasional Solihin GP, hingga sejumlah tokoh pers, memenuhi undangan pendiri INILAH KORAN, Muchlis Hasjim dan Syahrial Nasution.
    Masih terngiang pula harapan para petinggi negeri untuk INILAH KORAN. “Semoga INILAH KORAN bisa membawa pengaruh positif, tidak hanya terhadap dunia pers, tapi juga pembangunan,” sebut Gamawan. Gubernur Aher pun menimpali dengan ajakan, “Mari bersama-sama, berkonstribusi untuk kemajuan Jawa Barat.”
    Sebagai “pemain baru” saat itu, kami sadar diri. Kami lahir bukan dari konglomerasi media. INILAH KORAN pun muncul bukan dari tokoh sepuh dengan segudang pengalaman di dalam usia media. Media ini lahir dari keinginan para penggiat media yang ingin mencerahkan, memberi inspirasi, menyumbangkan hal-hal edukatif, terhadap masyarakat Jabar.
    Meski bukan lahir dari konglomerasi media, kami lahir bersamaan dengan semangat tinggi dari kalangan praktisi media. Kami dibidani sejumlah anak muda yang bukan lagi miskin pengalaman. Kami meyakini, semangat menuju ke arah lebih baik itulah yang akan memunculkan kepercayaan dan keyakinan. Dalam dunia media, kepercayaan dan keyakinan itu adalah hal yang hakiki.
    Tentu saja, media bukanlah sebuah bidang usaha dengan pengelolaan dan perjuangan semudah membalik telapak tangan. Terlebih, kami lahir ketika beragam “ancaman” ada di depan bisnis media cetak. Mulai dari ongkos produksi yang terasa kian berat, kue iklan yang faktor pembaginya jadi lebih banyak, hingga munculnya media-media baru.
    Untungnya, INILAH KORAN lahir dalam sebuah bentuk konvergensi media kecil-kecilan. Sebelum INILAH KORAN dalam format cetak, kami sudah memiliki INILAHJABAR.COM yang kemudian menjadi INILAHKORAN.COM. Kami juga dipayungi “saudara tua” INILAH.COM. Belakangan, kami pun memperkuat dengan kehadiran INILAH BOGOR, adik kandung INILAH KORAN yang hari ini juga tepat berusia empat tahun.
    Sebagai sebuah media, INILAH KORAN dituntut hidup dalam dunia media yang dinamis. Itu sebabnya, selama enam tahun, media ini tampil dalam perubahan-perubahan. Baik dalam hal paginasi, rubrikasi, desain hingga format. Tapi, semua itu kami lakukan tanpa berpaling dari arah perjuangan kami: menghadirkan jurnalisme positif di kalangan pembaca. Semua kami lakukan untuk memperkuat posisi INILAH KORAN dalam percaturan media di Jawa Barat.
    Upaya memperkuat poisisi inilah yang akan terus kami gulirkan ke depan. Termasuk memperkuat posisi dalam konvergensi ke dunia digital.
    Kami pun menyadari, dalam masa enam tahun, kami tidaklah bisa menghadirkan produk informasi yang sempurna. Karena itu, kami tetap membutuhkan masukan, input, dan kritikan dari berbagai pihak. Baik dari kalangan pembaca, pemasang iklan, atau pihak-pihak lainnya.
    Pada akhirnya, kami menyampaikan terima kasih atas sambutan masyarakat Jabar yang telah ditunjukkan kepada kami, baik dalam format produk media atau produk lainnya. Semoga INILAH KORAN ke depannya bisa memperkecil kekurangan-kekurangan yang terjadi selama ini. (zulfirman tanjung, pemimpin redaksi INILAH KORAN)

    TAG :


    Berita TERKAIT