• Real Madrid 4-2 Athetico Bilbao, Karena Zidane

    Oleh : Zulfirman Tanjung15 Februari 2016 02:18

    REAL Madrid membungkam Athletic Bilbao 4-2 di Santiago Bernabeu. Karena Zinedine Zidane? Karena Cristiano Ronaldo?

    Betullah apa yang dikatakan Zinedine Zidane. Sebelum pertandingan, pelatih asal Prancis itu menyebut Athletic Bilbao sebagai lawan paling kuat bagi Real Madrid sejak dia menggantikan Rafael Benitez.


    Real Madrid memang menang. Tapi ‘berdarah-darah’. Mereka harus kehilangan Raphael Varane yang mendapat kartu merah. Gawang Keylor Navas bobol dua kali, kebobolan terbesar Real Madrid di Bernabeu sejak era Zidane.


    Tapi, kartu merah dan kebobolan gol itu tak menghentikan laju kemenangan Los Blancos. Mereka memenangkan laga 4-2. Itu, menurut James Rodriguez yang ikut mencetak satu gol, karena Zidane.


    “Ya, saya jadi lebih baik. Ini sangat membantu. Saya kira bukan hanya saya. Perubahan pelatih bagus untuk semuanya. Bukan hanya saya. Dia banyak berbicara dengan semua orang dan saya kira itu bagus untuk permainan kami,” puji Rodriguez.


    James boleh saja memuji Zidane. Tapi, mantan pemain Juventus dan Real Madrid itu memuji para pemainnya atas kebangkitan Real Madrid. Salah satunya untuk Cristiano Ronaldo. Dua gol CR7 yang dilesakkan ke gawang Bilbao, menurutnya, adalah bukti bahwa bintang Portugal itu belum habis.


    Dua gol Ronaldo membuatnya kini memimpin daftar pencetak gol terbanyak dengan 21 gol, melewati Luis Suarez. Secara keseluruhan, tiga kali pemain terbaik dunia itu sudah mengemas 32 gol di seluruh kompetisi. Tapi, dia juga dikritik karena kurang berkembang pada pertandingan-pertandingan besar atau laga tandang Madrid musim ini.


    “Wartawan beropini apakah Ronaldo main baik atau buruk, apakah dia sudah berakhir, tapi hari ini dia menunjukkan tetap brilian,” ujarnya.


    Perubahan Ronaldo, faktanya, juga karena Zidane. Dialah yang menggeser sedikit posisi Ronaldo agar bermain lebih melebar. Sebab, dia tahu, jika menguasai bola, Ronaldo sulit dihentikan pemain lawan.


    “Ide adalah memainkan Cristiano lebih ke sayap, memainkan bola dan menyerang dengan cepat. Dia melakukannya dengan baik. Gol pertama adalah tipikal situasi itu. Dia sulit dihentikan bek lawan,” tambah Zidane.


    Kemenangan ini membuat Madrid melakukan start mengesankan di era Zidane. Mereka membukukan lima kemenangan dan sekali imbang dari enam laga perdana. Madrid kini bahkan menggeser Atletico Madrid dari peringkat kedua.


    Meski begitu, tantangan terbesar Zidane adalah ketika Madrid kembali ke Liga Champions, menghadapi tuan rumah AS Roma, Rabu (17/2). Zidane sendiri punya kenangan paling mengesankan selama lima tahun sebagai pemain Real Madrid, yakni saat mencetak gol spektakuler ke gawang Bayer Leverkusen pada final 2002.


    “Saya memiliki kenangan bagus sebagai pemain dan pelatih karena saya pernah memenangkannya untuk klub ini sebagai asisten pelatih (Carlo) Ancelotti. Jadi, tentu saja ada yang khusus di sana. Sebagai pemain, kita punya mimpi main di Piala Dunia, tapi kita juga bisa bermimpi main di Liga Champions setiap tahun. Kami bersiap dan ingin melakukan sesuatu yang penting di kompetisi ini,” tegasnya. (ing)


    TAG :


    Berita TERKAIT