• Pembangunan Situ Front City Terkendala Anggaran

    Oleh : Rishad Noviansyah10 Oktober 2018 20:12
    fotografer: Rishad Noviansyah
    INILAH, Bogor- Pemkab Bogor kesulitan anggaran untuk merealisasikan pembangunan fisik Situ Front City (SFC). Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) pun kini terfokus pada bagaimana membangun kesadaran masyarakat.

    Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor Syarifah Sofiah mengaku, untuk membangun Taman Situ Plaza Cibinong saja, pemkab meminta bantuan dana dari APBN yang terealisasi Rp5,5 miliar dan dibangun langsung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Pupera).

    "Kalau mengandalkan APBD sulit karena pembangunan fisiknya tidak murah. Makanya kita minta ke APBN," kata Syarifah, Rabu (10/10).

    Menarik dana Corporate Social Responsibility (CSR) tak bisa diharapkan. Karena perlu perusahaan yang berskala nasional-internasional dan bisa menggelontorkan dana besar.

    "CSR pun kalau ada paling tidak bisa tidak bisa hingga puluhan miliar dan perusahaan yang ada di Kabupaten Bogor paling apa sih, Indosemen, Antam dan Holcim itu paling yang besar," katanya.

    Menurutnya, SFC tak lain mengembangkan kota sensitif air (water sensitive city). Perempuan yang akrab disapa Ifah itu mengakui jika tugas pertama yang sedang digalakkan yakni membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya situ.

    "Membangun moral masyarakat, kesadaran masyarakat. Pentingnya situ, masyarakat tidak buang sampah di situ. Intinya membangun kesadaran. Kalau fisik kita dorong terus ke pusat lewat APBN," katanya.

    Agenda terdekat, kata dia, Pemkab Bogor akan mengajak masyarakat ikut dalam bebersih Situ Pemda pada 26 Oktober 2018. "Jadi program yang dijalankan sekarang tanpa APBD dulu. Swadaya masyarakat. Karena Situ Pemda sudah dangkal maka perlu dibersihkan," katanya.

    Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Ajat R Jatnika menjelaskan, masalah yang dihadapi selain soal anggaran, yakni masalah lahan yang beberapa hektare masih dikuasai masyarakat.

    "Total situ kita luasnya 205 hektare yang di Cibinong, tapi didominasi milik masyarakat. Nah, pemda harus membebaskan lahan itu dulu," kata Ajat kepada INILAH, Minggu (30/9).

    Dia mencontohkan lahan lima hektare yang memisahkan Situ Kebantenan dengan Situ Cikaret. Jika lahan itu dibebaskan, maka akan dibuat sodetan sehingga daya tampung air meningkat, bahkan bisa menjadi sumber air baku bagi Kota Depok.

    "Selain menjadi tampung air sebelum ke Jakarta. Jadi konsep yang ada memang berkelanjutan. Tidak hanya sebagai wajah ibukota Kabupaten Bogor," kata dia.

    Hal lain yang masih harus dibenahi yakni bagaimana mengedukasi masyarakat agar menggunakan dan menjaga situ-situ yang ada dengan baik. Karena menurut Ajat, saat daerah tetangga kesulitan air, Kabupaten Bogor jutru memiliki sumber yang berlimpah.

    "Edukasi itu langkah yang paling sulit. Makanya kita paksakan pilot project Situ Plaza Cibinong. Terbukti antusias masyarakat begitu tinggi dan ternyata taman-taman aktif begitu sangat dibutuhkan," kata dia. [jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT