• Headline

    Emil Minta Waktu Sebulan Siapkan Jalan Tambang

    Oleh : Rishad Noviansyah25 September 2018 19:29
    INILAH, Bogor- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Selasa (25/9) meminta waktu satu bulan kepada masyarakat, untuk merumuskan pembuatan jalan tambang di Kecamatan Rumpin, Gunungsindur dan Parungpanjang, Kabupaten Bogor.

    Ridwan Kamil mengunjungi langsung titik kerusakan jalan yang disebabkan seringnya dilintasi kendaraan pengangkut hasil tambang di wilayah Kecamatan Parungpanjang, sebelum mendengar keluhan warga di SMK Bina Mandiri Parungpanjang.

    "Pertama saya mau panggil pemilik-pemilik usaha tambang diskusi seminggu ke depan. Kita mau cari keseimbangan solusi, salah satunya pembatasan jam operasional. Karena itu jalan umum untuk masyarakat," kata pria yang akrab disapa Emil itu.

    Dia pun menyadari jika kewenangan perizinan pertambangan kini milik Pemprov Jabar. Dia pun akan meregistrasi ulang izin-izin usaha tambang di Bumi Tegar Beriman sambil menghitung kebutuhan anggaran untuk pembangunan jalan khusus angkutan tambang.

    "Nanti setelah panggil pengusaha tambang, kita coba hitung biaya yang diperlukan untuk jalur tambang. Karena perlu pembebasan lahan, betonisasi dan pengaspalannya. Parungpanjang kami prioritaskan karena netizen Parungpanjang sering bilang langsung ke saya," kata dia.

    Masyarakat mengusulkan pembangunan jalur tambang di luar jalan provinsi yang digunakan selama ini. Sekretaris Kecamatan Parung Panjang Icang Aliudin mengaku telah membuat rancangan jalur tambang yang melewati wilayah Kecamatan Rumpin dan Parungpanjang.

    Menurutnya, jalur tambang rancangannya bersama pemerintah daerah sepanjang 25 kilometer. Jalur tersebut melewati tiga desa di Kecamatan Parungpanjang seperti Desa Gorong, Pingku dan Cikuda hingga Desa Mekarsari di Kecamatan Rumpin.

    "Rancangan pembangunan jalur tambang ini membutuhkan pembebasan lahan sekitar 25 hektar di desa-desa tadi," kata Ican.

    Menurutnya, lahan tersebut berada jauh dari lingkungan pemukiman sehingga dipastikan tak akan menggangu aktivitas warga. Rancangan jalur tambang dibuat setelah masyarakat semakin mengeluhkan operasional angkutan pengangkut hasil tambang.

    Di antaranya, merusak jalan arteri yang digunakan untuk mobilitas masyarakat sehari-hari, menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan menimbulkan debu tebal.

    Karena desakan warga, Pemkab Bogor akhirnya menetapkan jadwal operasional truk mulai 2014 lalu. Aktivitas truk tambang disepakati hanya pada pukul 06.00-09.00 WIB dan 16.00-19.00 WIB setiap hari. Namun, para pengusaha angkutan dituding sering melanggar kesepakatan jadwal operasional tersebut.

    Akibatnya, masyarakat kembali melakukan protes hingga beberapa kali menutup jalan dari truk tambang. Penutupan jalan terakhir kali dilakukan akhir pekan lalu setelah terjadi sejumlah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk tambang.

    Kelompok masyarakat dan pengusaha kembali dimediasi oleh pemerintah dan aparat keamanan setempat untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

    "Jam operasional ditambah satu jam di akhir menjadi jam 06.00-10.00 WIB dan 16.00-20.00 WIB karena alasan pengusaha juga sering telat karena macet," kata Ican.

    Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor Yani Hassan menilai, jalur khusus tambang masih sebatas wacana. "Kita belum ada road map (peta rencana pembangunan) siapa berbuat apa, belum sampai sekarang," kata dia.

    Dia berdalih, jalur tambang merupakan kewenangan Pemprov Jawa Barat. Apabila pemerintah provinsi menghendaki, pemerintah daerah menolak pembebasan lahan untuk jalur tambang. Ia akan menyerahkan pembebasan lahan kepada perusahaan pertambangan.

    Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Eghi Gunadhi Wibhawa berharap Ridwan Kamil segera merealisasikan pembuatan jalur tambang. "Karena sudah banyak korban. Penyakit pernapasan akibat debu-debu juga banyak. Solusi jangka panjang mungkin jalur tambang, tapi untuk sementara jam operasional juga perlu dioptimalkan," kata politisi PDI Perjuangan itu.

    TAG :


    Berita TERKAIT