• Headline

    5.000 Warga Kabupaten Bogor Idap Gangguan Jiwa

    Oleh : Rishad Noviansyah19 Juli 2018 17:52
    INILAH, Bogor- Penyakit kejiwaan yang terjadi di tengah masyarakat Kabupaten Bogor kian memprihatinkan. Tidak kurang dari 5.700 orang di Bumi Tegar Beriman mengidap gangguan kejiwaan akibat berbagai sebab.

    Hal ini diakui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, yang mengungkap kasus gangguan kejiwaan sepanjang 2013-2017 meningkat sekitar 1,3% dari jumlah penduduk.

    Dinkes bakal bekerja sama dengan RS Marzoeki Mahdi Bogor untuk mengatasinya.

    Dinkes sendiri membentuk Tim Penanggulangan Kesehatan Jiwa (TPKJM) untuk penanganan kesehatan jiwa. Penyakit ini juga menjadi prioritas Pemkab Bogor karena pemerintah pusat juga fokus dalam penanganan penyakit ini.

    "Kalau di pusat sudah jadi prioritas, maka di daerah juga mengikuti agar penanganan ke depan menjadi lebih baik. Dalam tim ini, kita kumpulkan teman-teman di wilayah untuk meminimalisir kasus kesehatan kejiwaan," kata Erwin kepada INILAH, Kamis (19/7).

    Menurutnya jika masalah kesehatan kejiwaan yang disebabkan faktor ekonomi, kemiskinan dan pengangguran kian hari makin sulit dibendung. "Kita acuannya data kesehatan tahun 2013-2017 trennya terus meningkat. Kalau tidak ditangani serius akan menyulitkan," kata Erwin.

    Menurutnya, kepemimpinan di tingkat dasar seperti RT dan RW sangat vital. Pasalnya, banyak masyarakat tidak memiliki pengetahuan untuk penanganan masalah kejiwaan. Maka, peran RT dan RW itu untuk mendeteksi keberadaan masyarakat dengan gangguan kejiwaan.

    "Peran RT dan RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pemuga agama hingga LSM akan sangat vital. Mereka harus berperan untuk ikut mendeteksi. Karena penanganan yang sifatnya ekstrem harus dilakukan tenaga medis," katanya.

    Dia mengimbau masyarakat terus berkoordinasi dengan pemerintah. "Jadi paradigma masyarakat yang menyembunyikan adanya masyarakat dengan gangguan kejiwaan harus dihilangkan. Harus mau bekerja sama dengan pemerintah," tegas Erwin.

    TAG :


    Berita TERKAIT