• Waduk Sukamahi dan Cipayung Masih Terkendala Pembebasan Lahan

    Oleh : Reza Zurifwan10 Juli 2018 17:36
    INILAH, Bogor - Walaupun progress pembebasan Waduk Sukamahi dan Waduk Cipayung di Kecamatan Megamendung meningkat ke angka lebih dari 30 persen, namun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane telah menetapkan memperpanjang waktu pengerjaan proyek strategis nasional ini ke bulan Desember tahun 2019 mendatang dari sebelumnya Juni tahun 2019.

    "Hingga awal bulan Juli ini pembebasan lahan Waduk Sukamahi sudah mencapai 34,9 persen sedangkan lahan waduk Cipayung yang baru dibebaskan berada di angka 29,45 persen. Kami akan lakukan upaya lanjutan agar keterlambatan pembangunan dua waduk ini bisa diantisipasi," ujar Pjs Gubernur Jawa Barat Irjen polisi Muhammad Iriawan kepada wartawan di lokasi Selasa, (10/7).

    Dia menerangkan untuk Bendungan Sukamahi 46,56 hektare atau 621 bidang yang harus dibebaskan. Sedangkan Waduk Cipayung lahan yang harus dibebaskan berjumlah 90,19 hektare atau 818 bidang.

    "Untuk Waduk Sukamahi lahan milik warga yang sudah dibayar sudah 16,26 hektare atau 244 bidang dengan rincian 3,70 hektare atau 38 bidang di Desa Gadog dan 8,79 hektare atau 206 bidang di Desa Sukakarya. Sedangkan untuk rincian lahan Waduk Cipayung yang sudah dibayar atau dibebaskan sudah 219 bidang atau 22,55 hektare yang semuanya berada di Desa Cipayung," terangnya.

    Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane Jarot Widyoko menuturkan lamanya pembebasan lahan ini karena kondisi yang terjadi di lapangan seperti berkasnya yang belum selesai di tinngkat Kantor Pertanahan Nasional (KPN) Kabupaten Bogor.

    "Kami mengapresiasi kinerja KPN Kabupaten Bogor, namun karena saking banyaknya berkas lahan yang harus diurus jadi agak terlambat. Pemerintah pusat dalam hal ini Lembaga Manajemen Aset Nasional (LMAN) belum bisa membayar ganti untung kalau berkas tanahnya belum selesai dikerjakan oleh KPN dan diapraisal oleh tim," tutur Jarot Widyoko.

    Untuk mengejar keterlambatan progress pengerjaan, dia menjelaskan bersama penyedia jasa akan melakukan rekayasa tehnik hingga pengerjaan pembangunan Waduk Sukamahi dam Waduk Cipayung bisa tepat waktu.

    "Untuk mengejar keterlambatan pengerjaan pembangunan dua waduk kita akan melakukan rekayasa teknik seperti yang awalnya terowongan air menjadi konduit. Kami pun mengubah target dua proyek ini yang awalnya bulan Juni menjadi Desember tahun 2019," jelasnya.

    Terpisah, Kasatlaker Bendungan BBWS Ciliwung Cisadane Agus Safari melanjutkan karena keterlambatan ada di pemerintah dan bukan penyedia jasa PT Wijaya-Basuki KSO dan PT Abipraya Sacna KSO, maka keduanya tidak akan didenda karena pekerjaannya yang molor dari jadwal.

    "Karena keterlambatan pembangunan Waduk Sukamahi dan Waduk Cipayung ini ada di pelaksanaan pembebasan lahan, maka PT Wijaya-Basuki KSO dan PT Abipraya Sacna KSO tidak akan dikenakan sanksi administratif atau denda. Kami juga akan memperpanjang masa kerja penyedia jasa hingga proyek strategis nasional ini selesai pengerjaannya," lanjut Agus Safari.


    TAG :


    Berita TERKAIT