• Headline

    Waktu Menggugat Sudah Habis, KPU Didesak Segera Tetapkan Kemenangan Ade-Iwan

    Oleh : Rishad Noviansyah10 Juli 2018 16:47
    INILAH, Bogor- Tim pemenangan Ade Yasin-Iwan Setiawan (Hadist) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor segera menetapkan pasangan yang meraih suara terbanyak dalam Pilbup Bogor 2018 itu sebagai pemenang.

    Pasalnya, kuasa hukum pasangan nomor urut dua itu menilai, masa 3x24 jam sebagai batas waktu penyampaian gugatan pasca rekapitulasi suara oleh KPU Kabupaten Bogor telah usai pada Senin (9/7).

    Wakil Direktur Bidang Hukum dan Advokasi pasangan Hadist Usep Supratman mengungkapkan, dalam UU Nomor 8 Tahun 2015 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota Pasal 157 ayat 5, peserta pilkada yang mengajukan permohonan ke MK paling lambat diterima 3x24 jam.

    "Kami inginnya KPU menetapkan pasangan Hadist sebagai pemenang Pilbup Bogor 2018 atau bupati terpilih sesuai undang-undang itu," kata Usep di Cibinong, Selasa (10/7).

    Terlebih, kata dia, KPU telah membuat berita acara pada 6 Juli 2018 pada pukul 23.27 WIB dan diterima langsung kuasa hukum Hadist. "Dari waktu itu, kalau 3x24 jam, berarti Senin malam sudah berakhir," kata dia.

    Diketahui, saksi tim pasangan calon nomor urut tiga, empat dan lima enggan menandatangani hasil pleno rekapitulasi KPU. Usep menuturkan, dari informasi yang didapat, untuk pasangan calon nomor empat, alasan tidak menandatangani adalah kesalahan teknis di mana saat itu cetak hasil rekapitulasi terlalu lama, hingga khirnya mereka memilih pulang.

    Lalu untuk tim pasangan nomor lima disebabkan komitmen mereka dari awal yang enggan menandatangani jika belum menerima form C1 apalagi keadaannya mereka tidak memiliki saksi di TPS dan tidak aktif meminta ke KPU.

    "Hasil pemeriksaan rekap di KPU semua melihat dengan mata kepala sendiri bahwa tidak ada satupun pasangan calon yang menyatakan suaranya hilang. Yang dipermasalahan soal Daftar Pemilihan Tambahan (DPTb). Itu merupakan ranah KPU bukan kami. Dan itu sudah beres, karena suara sudah masuk rekap. Semua calon tak keberatan dengan hasil suara," katanya.

    Usep pun mengaku tak lagi khawatir dengan kabar adanya gugatan yang diadukan salah satu pasangan calon kepada MK. Terlebih, informasi yang diterima dari MK tidak ada aduan dari Kabupaten Bogor.

    "Kami mendapatkan informasi di MK itu gugatan hanya ada 26 dan kami tidak mendapatkan penggugat dari Kabupaten Bogor. Berarti, hasil rekap sah menurut hukum. Apabila ada gugatan itu hak mereka (pasangan calon)," tegasnya.

    Wakil Direktur tim pemenangan Hadist David Rizar Nugroho menambahkan, desakan penetapan HADIST sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bogor itu dilakukan agar masyarakat tak dibuat bingung. Sebab, selama ini banyak sekali berita yang simpang siur bahkan merugikan.

    "Pada intinya rekapitulasi yang telah ditetapkam KPU harus segera diputuskan dan dilaksanakan. Karena batas waktu sesuai dengan aturan undang-undang telah lewat," tegas David.


    TAG :


    Berita TERKAIT