• 3.500 Buruh Di-PHK Dapat Bingkisan Lebaran

    Oleh : Reza Zurifwan22 Juni 2018 14:26
    INILAH, Bogor - Di PHKnya 3.500 buruh baik di wilayah Jabodetabek dan Provini Jawa Barat mendapatkan simpati dari Lembaga Kemanusiaan Pekerja Indonesia (LKPI) berupa pemberian bantuan bingkisan lebaran .

    Sekretaris Eksekutif LKPI Tedy Ramadanus mengatakan pemberian bantuan bingkisan lebaran ini melalui federasi atau serikat buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

    "LKPI ini baru dibentuk bulan Ramadan lalu oleh KSPI dan kami diberi tugas membantu dari segi kemanusiaan kepada buruh yang nasibnya kurang beruntung," kata Tedy di Cibinong kepada wartawan, Jumat (22/6).

    Pria yang bekerja di PT Holcim Indonesia Tbk ini menerangkan pemberian bantuan bingkisan ini sebelum memberikan bantuan melalui Serikat Pekerja Nasional (SPN) di hari ini, LKPI sudah memberikan melalui Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Aspek Indonesia dan Farmasi Kesehatan (Farkes) Reformasi.

    "Kalau kemarin kami memberikan bantuan di Jakarta, Tangerang dan Bekasi. Hari ini kami memberikan bantuan kepada buruh yang sudah di PHK di Kabupaten Bogor, Kabupaten Subang dan Kota Bandung. Untuk periode pertama ini total paket bantuan yang kami berikan ada 100 orang," terangnya.

    Dia menjelaskan buruh yang mendapatkan bantuan kemanusiaan ini bersyarat yaitu yang tidak mendapatkan pesangon atau sedang proses panjang mendapatkan pesangon dari perusahaan yang memPHKnya.

    "Prioritas bantuan kemanusiaan ini kami berikan kepada buruh yang tidak beruntung seperti tidak mendapatkan pesangon atau sedang berjuang keras mendapatkan pesangon dari perusahaannya. Semoga dengan aksi ini, pemerintah terketuk untuk bisa membantu nasib buruh yang di PHK baik itu beruba materi atau dengan tegas memerintahkan perusahaan tersebut untuk membayor pesangon kepada buruh yang mereka PHK," jelas Tedy.

    Ketua Umum DPP SPN Iwan Kusmawan memaparkan selain memberikan bantuan kepada buruh yang terkena PHK, jajarannya juga memberikan bantuan beasiswa untuk siswa kurang mampu dan janda tua.

    "Bantuan buruh yang terkena PHK, beassiswa dan janda tua ini masing-masing beda. Dan target kami pemberian bantuan ini diberikan secara berkala dan berkesinambungan," papar Iwan Kusmawan.

    Pria asli Garut ini meminta kepada penerima bantuan untuk tidak melihat nilai bantuan karena seberapa besar nilai bantuan tapi kalau tidak diberikan secara ikhlas maka tidak akan berkah

    TAG :


    Berita TERKAIT