• Headline

    Pembangunan Double Track Bogor-Sukabumi, Ratusan Rumah Ditertibkan

    Oleh : Reza Zurifwan21 Juni 2018 16:28
    INILAH, Bogor - Usai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, pembebasan lahan dan pembangunan double track kereta api jalur Bogor - Sukabumi yang masuk kategori Proyek Strategie Nasional (PSN) akan dikebut tim terpadu yang terdiri dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), Pemprov Jawa Barat, Pemkab Bogor dan Pemkab Sukabumi.

    Camat Cigombong Basrowi tim tersebut akan melakukan sosialisasi penertiban lahan PT KAI dan pemberian kerahiman kepada 500 penghuni rumah atau tempat usaha yang berada dari Stasiun Cigombong, Kabupaten Bogor hingga Stasiun Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

    "Untuk membangun double track kereta api jalur Bogor - Sukabumi kami dari tim terpadu akan melakukan penertiban 500 rumah atau tempat usaha yang berdiri di atas lahan PT KAI mulai dari Stasiun Cigombong hingga Stasiun Cicurug," kata Basrowi kepada Inilah, Kamis (21/6).

    Karena lahan tersebut milik PT KAI, dia optimis pembebasan lahan dan pembangunan double track ini akan berlangsumg cepat. Hal ini karena para penghuni 500 rumah atau bangunan tempat usaha tersebut sudah diberikan sosialisasi hingga mereka sadar bahwa bangunan yang mereka tempati bukanlah milik mereka.

    "500 unit rumah atau bangunan usaha itu ada di Desa Cigombong dan Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong dan Kelurahan Cicurug, Desa Benda dan Desa Tenjo Ayu, Kecamatan Cicurug. Mereka nantinya akan diberikan uang kerahiman dan besarnya uang kerahiman akan dirapatkan lagi oleh tim terpadu," sambungnya.

    Untuk memperlancar pembangunan double track dan tidak terganggunya traffic kereta api baik yang menuju Sukabumi ataupun Bogor, tim juga akan membili beberapa lahan milik warga.

    "Ada beberapa lahan milik warga yang akan kami bebaskan karena akan dijadikan tempat menaruh alat berat demi kelancaran pembangunan. Kami juga berkeinginan pembangunan double track ini tidak mengganggu jadwal traffic kereta seperti halnya saat ini. Pembangunan double track kereta api dari Stasium Cicurug - Cigombong ini rencananya tuntas sebelum semester pertama tahun 2019 mendatang," papar Basrowi.

    Terpisah Kepala Desa Cigombong Ujang Saefullah menjelaskan dirinya menunggu kepastian dan surat resmi dari pemerintah pusat maupun Pemprov Jawa Barat untuk nantinya disosialisasikan ke 60 kepala keluarga yang terdampak.

    "Saya gak berani mensosialisasikan waktu penertiban dan masih menunggu tindak lanjut atau surat resmi penertiban lahan dan pembangunan double track kereta api. Pemerintah desa sebagai ujung tombak tentunya berhati-hati agar tidak menjadi polemik di masyarakat," jelas Ujang.

    Selain menunggu kepastian waktu penertiban, Dia juga mensuarakan dampak lain dari pembangunan double track kereta api ini kepada pemerintah pusat karena nantinya akan mengubah Jembatan Cigombong.

    "Fisik Jembatan Cigombong pastinya akan ada pelebaran karena yang ada saat ini ukurannya hanya untuk satu rel kereta. Jadi saya memprediksikan pembangunan double track ini akan melibatkan Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat. Kami selaku pemerintah desa juga meminta kepada pemerintah pusat agar pekerjanya menyerap tenaga kerja lokal," lanjutnya.

    Sebelumnya, dalam peletakan batu pertama pembangunan double track kereta api Bogor -Sukabumi di Desa Benda, Cicurug beberapa waktu lalu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menuturkan bahwa pembangunan double track, Jalan Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) dan bandara di Kabupaten Sukabumi dilakukan untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

    "Potensi Kabupaten maupun Kota Sukabumi ini kan baik itu agro,agri bisnis maupun pariwisatanya besar sekali. Kalau gak ditunjang oleh insfrastruktur maupun transportasi yang baik lalu bagaimana produk itu bisa keluar dengan baik," tutur Jokowi.

    Mantan Wali Kota Solo ini menambahkan dengan adanya double track kereta api, jalan tol dan bandara, maka Kabupaten maupun Kota Sukabumi ini akan lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan.

    "Sukabumi ini kan banyak tempat-tempat wisata yang eksotis,cantik, indah dan potensial dikunjungi oleh wisatawan. Tapi kalau menuju ke sana butuh waktu enam jam siapa yang mau dateng. Dengan adanya double track kereta api, jalan tol dan bandara ini kan wisatawan tinggal pilih mau naik motor, mobil, bis, kereta atau pesawat,"katanya.

    "Untuk double track kereta api dan Jalan Tol Bocimi saya harapkan rampung pada tahun 2020, sementara untuk bandara tahun ini pembebasan lahannya selesai dan selesai pembangunannya pada dua tahun berikutnya," tambahnya.


    TAG :


    Berita TERKAIT