• Pembebasan Lahan Waduk di Puncak Lambat

    Oleh : Rishad Noviansyah15 Mei 2018 18:24
    INILAH, Bogor- Waduk Cipayung dan Sukamahi di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor sepertinya tidak akan rampung pada 2019.

    Pasalnya, pembebasan lahan untuk dua waduk itu pun hingga kini baru mencapai 11%.

    Rencana luas lahan yang akan digunakan untuk Waduk Sukamahi mencapai 49,82 hektare di atas 621 bidang lahan. Area konstruksi memiliki luas 34,38 hektare, fasilitas umum 0,88 hektare dan jalan masuk 0,44 hektare.

    Memiliki area genangan 5,23 hektare dan area green belt 8,89 hektare, Waduk Sukamahi akan menampung aliran air dari Sungai Cisukabirus, Desa Sukamahi dan anak Sungai Ciliwung dengan volume mencapai 1,68 juta meter kubik.

    Sementara Waduk Cipayung bakal menghabiskan lahan lebih luas, 899 bidang dengan luas 78,7 hektare. Area konstruksi seluas 28,59 hektare dengan luas genangan 31,96 hektare serta area green belt 18,15 hektare ini mampu menampung 6,74 meter kubik air dari aliran Sungai Cisarua, Sungai Cibogo dan anak Sungai Ciliwung.

    Camat Megamendung Hadijana mengaku jika warga kerap menanyakan kapan pembayaran lahan dilakukan. Namun, dia tidak bisa memastikan kapan pembayaran tahap berikutnya dilakukan.

    "Sempat ada kabar jika pembayaran akan dilakukan Maret kemarin. Tapi sampai sekarang, saya belum mendapatkan informasi jelas waktu dan tanggalnya," kata Hadijana dihubungi INILAH, Selasa (15/5).

    “Sebelumnya ada rencana pembayaran lahan akan dilaksanakan pada pertengahan Maret ini, tapi sampai hari ini saya secara pribadi maupun tertulis belum mendapatkan informasi secara jelas waktu dan tanggalnya,” ungkap Hadijana.

    Bupati Nurhayanti sebelumnya mengungkapkan jika permasalahan banjir di DKI tidak bisa dilepaskan dari sampah di DAS Ciliwung dan Cisadane.

    "Tapi kita enggak tahu itu sampah dari mana. Makanya kita adakan jaring apung itu. Selain itu, waduk Sukamahi dan Cipayung di Megamedung yang sekarang dibangun itu, bisa mengurangi 30% run off air ke Jakarta. Jadi memang harus ditangani dari hulu ke hilir bersama-sama," katanya.

    TAG :


    Berita TERKAIT