• Headline

    Keluarga Imas Berikan Lahannya untuk Jalan Rumah Eko

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri19 September 2018 16:18
    INILAH, Bandung - Eko Purnomo akhirnya mendapatkan akses jalan masuk menuju ke rumahnya. Kondisi itu tak terlepas dari uluran tangan keluarga Imas. Mereka sepakat merelakan sebagian tanahnya secara cuma-cuma untuk dijadikan jalan seluas 1x6 meter.

    Perwakilan keluarga Imas, Hermana mengaku tak menyadari berita rumah Eko yang ramai belakangan ini ternyata tepat menempel dengan rumah yang kini ditempati Imas. Karena memang rumah tersebut dikontrakkan kepada orang lain, lalu sudah kosong dari beberapa waktu lalu.

    "Awalnya kami tidak mengetahui kalau kasus rumah Pak Eko itu bersebelahan dengan rumah Ibu Imas sehingga kami hanya memantau dan ikut prihatin. Tadi malam keluarga Ibu Imas katanya didtatangi aparat untuk membicarakan masalah ini," kata Hermana seusai mediasi di Kantor Kecamatan Ujung Berung, Rabu (19/9).

    Sehari sebelumnya, Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bandung, Dadang Supriiatna mendatangi lokasi rumah di RT 05 RW 06 Kelurahan Pasir Jati, Kecamatan Ujung Berung tersebut. Dia mengutarakan dua solusi alternatif untuk rumah Eko, dimana salah satunya memperlebar celah dari rumah Ibu Imas.

    Setelah mendengar duduk persoalan ini secara seksama, Hermana menegaskan pihak keluarga besar Imas tak keberatan sebagian lahan rumahnya diberikan untuk jalan. Bahkan turut merelakan sebagian bangunannya ikut dibongkar.

    "Kami sambut gembira karena prinsipnya keluarga Ibu Imas ingin menolong, makanya waktu mediasi kami memberikan kesanggupan kami untuk memberikan akses jalan," ujarnya.

    Namun, Hermana menyatakan bahwa pihak keluarga Ibu Imas hanya memberikan lahannya saja. Sementara segala sesuatu yang berkaitan dengan teknis pembukaan jalan dipersilakan untuk diurusi oleh pemerintah, termasuk biaya pengerjaannya.

    "Selama kalau ada kerusakan bangunan perbaiki kembali, yang penting prinsipnya Mas Eko dapat akses jalan. Nanti mangga itu kami minta keapda pihak kecamatan yang memediasi nanti pelaksanaannya termasuk nanti kalau sertifikat harus di split dan sebagainya itu pihak kecamatan yang mengurus," bebernya.

    Hermana berharap keikhlasan dari pihak keluarga Ibu Imas ini bisa menjadi bekal amal dan pengantar doa bagi Ibu Imas yang meninggal duni tepat 50 hari lalu. Sehingga, pihak keluarga juga memberikan lahan lebih lebar untuk dijadikan jalan.

    "Awalnya pihak kecamatan itu minta 50 cm, tapi keluarga Ibu Imas menilai kurang karena tidak bisa masuk keranda, jadi mungkin ditambah. Kebetulan hari ini 50 hari wafatnya Ibu Imas, mudah-mudahan menjadi do'a bagi almarhumah," pungkasnya. [gin]

    TAG :


    Berita TERKAIT