• Razia, Dishub Temukan SIPA dan KPS Palsu

    Oleh : Ahmad Sayuti14 September 2018 18:49
    fotografer: Ilustrasi
    INILAH, Cimahi- Dinas Perhubungan Kota Cimahi menemukan Surat Izin Pengusaha Angkutan (SIPA), dan Kartu Pengawasan Angkutan Barang (KPS) palsu yang digunakan oleh pengendara angkutan barang yang melintasi Kota Cimahi. Penemuan itu diketahui saat Dishub dan Kepolisian menggelar operasi penertiban angkutan umum dan barang di Leuwigajah, Kota Cimahi.

    Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Ranto Sitanggang, kepastian SIPA dan KPS palsu lantaran Dinas Perhubungan Kota Bandung sudah tidak menerbitkan surat-surat tersebut. Selain itu, pihaknya pun sudah berkoordinasi langsung dengan Dishub Bandung.

    "Mereka tidak lagi menerbitkan surat itu, dan penerbitannta ada di Dinas Perizinan Kota Bandung," ujarnya saat ditemui di Kantor Pemerintahan Kota Cimahi, Jumat (14/9/2018).

    Indikator lain yang semakin menegaskan jika SIPA dan KPS itu palsu adalah tandatangan pejabat yang tertera pada kedua surat itu sejak 2017, dan sudah memasuki masa pensiun.

    "Bagaimana mungkin pejabat yang sudah pensiun menandatangani SIPA dan KPS tahun 2018. Makanya itu sudah pasti palsu," ujarnya.

    Hasil pemeriksaan di lapangan, pengendara yang memegang SIPA dan KPS itu tidak tahu menahu bagaimana surat palsu itu didapatkan, sebab meraka hanya menggunakannya untuk mengantarkan barang.

    "Kita konfirmasi ke pemilik perusahaan, mereka mengaku mendapatkan surat-surat itu dari calo atau pihak ketiga. Mereka ternyata belum pernah mengurus surat-surat itu sendiri, jadi tidak tahu itu palsu atau tidak, yang penting ada," jelasnya.

    Saat ini pihaknya sedang menelusuri keberadaan pihak ketiga atau birojasa yang membantu membuatkan surat jalan bagi angkutan barang.


    Ranto mengungkapkan setidaknya ada 200 lebih SIPA dan KPS palsu yang beredar luas dan dipergunakan oleh sopir-sopir pengangkut barang yang melintasi Kota Cimahi.

    "Mereka dianggap melakukan perjalanan ilegal, karena kan tidak memiliki surat resmi. Tindakan di tempatnya kami lakukan penilangan, dan memanggil pemilik ke kantor kami," ujarnya.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT