• Pengangkatan Sekda Sesuai Mekanisme

    Oleh : Ghiok Riswoto14 September 2018 18:26
    INILAH, Bandung,- Pakar Reformasi Birokrasi, Fisip Universias Padjajaran, Yogi Suprayogi menilai polemik penunjukan Benny Bachtiar sebagai Sekretaris Daerah Kota Bandung tak perlu berlarut-larut. Pasalnya, penunjukan tersebut dinilainya sudah sesuai mekanisme.

    Hal tersebut disampaikan Yogi saat dimintai komentarnya terkait polemik Benny Bachtiar yang diwarnai aksi penolakan sejumlah kalangan termasuk tudingan adanya dugaan terlibat kasus korupsi.

    Menurut Yogi, dalam menyikapi persoalan tersebut, semua pihak hendaknya memperhatikan aspek birokrasi maupun politik. Secara birokrasi menurut Yogi, langkah penunjukan Benny sudah sesuai mekanisme.

    Hal itu dibuktikan dengan berbagai tahapan yang dilakukan mulai dari berbagai ujian serta terpenuhi persyaratan administrasi. Kalaupun saat ini ada berbagai aksi penolakan, hal itu lebih pada apsek politiknya.

    "Kalau dari aspek birokrasi. Menurut saya hal itu sudah sesuai. Jadi seharusnya tidak perlu lagi ada polemik. Kalaupun saat ini ada beberapa aksi, hal itu lebih pada tradisi masyarakat kita yang cenderung tidak siap menerima hasil keputusan. Namun sekali lagi saya tegaskan bahwa secara birokrasi hal itu sudah sesuai mekanisme," ungkap Yogi kepada INILAH KORAN, Jumat (14/9).

    Menurut Yogi, dalam UU ASN juga disebutkan secara tegas ASN merupakan aparat sipil negara dalam bingkai satu kesatuan Indonesia. "Jadi tidak ada itu ASN berdasarkan daerah misalnya ASN Bandung, Cimahi atau daerah lainnya," tegas Yogi.

    Terkait adanya pihak yang menuding keterlibatan Benny dalam dugaan kasus korupsi, Yogi bahkan menyarankan agar Benny menempuh jalur hukum. Pasalnya, jika dugaan pelanggaran-pelanggaran tersebut tidak terbukti artinya sudah masuk ke ranah pencemaran nama baik.

    Dalam kesempatan tersebut, Yogi juga mengingatkan sikap Plt Wali Kota Bandung Oded M Danial terkait pernyataannya yang akan mengevaluasi penunjukan Benny. Yogi mengingatkan, sebagai pelaksana tugas yang akan melanjutkan sebagai wali kota definitif, Oded M Danial jangan sampai terjebak pada kepentingan politik. Meskipun tentu saja sebagai Wali Kota Bandung yang nantinya akan menjadi Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), Oded berhak menampung aspirasi yang masuk. "Memang sebagai Wali Kota Bandung selanjutnya, Pak Oded berhak untuk menampung aspirasi. Namun hendaknya hal itu tidak menjadikan beliau tunduk pada kepentingan politik," ujarnya.

    Terlebih menurut Yogi, sebelumnya Ridwan Kamil juga mengkomunikasikan penunjukan tersebut kepada Oded M Danial dan Yana Mulyana sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung selanjutnya.

    "Kalau saya baca di media, Wali Kota Bandung sebelumnya, yakni Pak Ridwan Kamil juga kan menjelaskan meskipun dirinya memiliki hak prerogatif dalam menentukan Sekda Kota Bandung, ia menyerahkan sejumlah pertimbangan kepada Oded, yang saat itu masih menjabat wakil wali kota. Termasuk adanya beberapa pertimbangan lain. Tapi artinya, hal itu sebenarnya sudah final tinggal bagaimana semua pihak berkomitmen untuk menghentikan polemik tersebut," pungkasnya.

    Sebelumnya diberitakan, Plt Wali Kota Bandung Oded M Danial akan melakukan evaluasi terkait terpilihnya Benny Bachtiar sebagai Sekda Kota Bandung. Hal itu dilakukan setelah Oded menerima masukan dari Forum Peduli Kota Bandung, Kamis (13/9) lalu.

    Oded dan forum yang terdiri dari sejumlah elemen, ormas dan LSM ini menggelar pertemuan di Balai Kota Bandung. Mereka membahas mengenai sosok Benny yang bukan berasal dari Kota Bandung.

    "Forum meminta Mang Oded dan Kang Yana untuk meninjau kembali. Mereka menyampaikan aspirasi katanya Kota Kandung kota juara, berarti ASN-nya juara-juara, sudah bagus, sudah berkualitas, tetapi kenapa sekarang mengambil dari luar," ujar Oded usai pertemuan.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT