• Headline

    Guru Honorer Kab Bandung Tolak Aturan Umur di Seleksi CPNS 2018

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha14 September 2018 15:56
    INILAH, Bandung- Ribuan guru honorer kategori 2 (K2) yang tergabung di Forum Guru Honorer Kabupaten Bandung menggugat aturan seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 di Kabupaten Bandung.

    Mereka mempersoalkan peraturan menteri PAN RB Nomor 36 tahun 2018 yang menjelaskan usia pendaftar guru honorer K2 di bawah 35 tahun.

    Ketua FKGHS Kabupaten Bandung, Tono Ruhiyat mengatakan pada halaman 11 poin C Sub poin 1, 2 dan 3 menyatakan CPNS 2018 yang diakomodir pada seleksi jalur khusus hanya honorer K2 di bawah usia 35 tahun.

    Dirinya menilai peraturan tersebut tidak berpihak kepada guru honorer.

    "Honorer K2 membuat surat pernyataan bersama menolak dibukanya Penerimaan CPNS Umum 2018 untuk Kabupaten Bandung," kata Toto, Jumat (14/9/18).

    Menurut Toto, para guru honorer masih terus berjuang hingga saat ini agar bisa diangkat menjadi PNS.

    Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan meminta bantuan. Namun, mereka memberitahukan jika guru honorer usia di atas 35 tahun tidak terdapat peluang diangkat menjadi PNS.

    Dirinya menuturkan, sudah melakukan audiensi dengan berbagai pihak. Namun tidak ada respon yang baik, sehingga pihaknya mengancam akan melakukan mogok mengajar.

    "Kami diminta legowo dengan peraturan ini. Kami memilih menolak penerimaan CPNS, karena mogok ngajar massal lebih berisiko," ujarnya.

    Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bandung, Erick Juriara mengaku kebijakan seleksi penerimaan CPNS 2018 berasal dari pusat.

    Sehingga, pihaknya yang berada di daerah hanya menjalankan saja.

    "Kalau ada yang keberatan dengan aturan itu silahkan saja langsung ke pusat. Kami menjalankan saja di sini," ujarnya.

    Ia menuturkan, formasi CPNS di Kabupaten Bandung dari yang diusulkan 700 disetujui sekitar 530 formasi. Dari total 530 sebanyak 402 untuk umum sedangkan 128 formasi untuk jalur khusus yaitu penyandang difabel, honorer dan lulusan perguruan tinggi dengan nilai cummlaude.

    "Sebanyak 60 persen formasi diperuntukkan untuk tenaga kependidikan dan kesehatan," katanya.

    Dirinya menambahkan, jumlah honorer di Kabupaten Bandung sebanyak 2400 orang lebih. Mereka yang berusia di bawah 35 tahun sebanyak 169 orang untuk tenaga kependidikan dan kesehatan sebanyak 7 orang dan teknisi 231 orang.

    "Kami menyarankan juga guru honorer atau honorer lainnya bisa melamar di daerah lain karena ini dilaksanakan serentak," katanya.


    TAG :


    Berita TERKAIT