• Headline

    Eko Siap Tempuh Jalur Hukum Jika Negosiasi Penjualan Rumah Tak Sepakat

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri12 September 2018 16:23
    fotografer: Asep Pupu Saeful Bahri
    INILAH, Bandung - Menanggapi hasil musyawarah terhadap persoalan rumahnya, Eko Purnomo mempersilahkan apabila ada diantara Rahmat atau Yana agar bersedia untuk membeli rumahnya. Dia membuka harga sesuai dengan iklan yang diunggah di jejaring sosial seharga 150 juta rupiah.

    Penawaran Eko ini diajukan kepada Yana ataupun Rahmat yang rumahnya berbatasan langsung sekaligus dengan rumah miliknya.

    "Opsinya dijual sesuai yang saya posting aja 150 juta, tapi ya silahkan nego sampai jadi," kata Eko usai mengikuti musyawarah di Kantor Kecamatan Ujung Berung, Rabu (12/9).

    Namun, apabila negosiasi rumahnya tidak kunjung menemui kesepakatan, Eko akan menempuh jalur hukum untuk mencari solusi bagi rumah seluas 72 meter persegi di RT 05 RW 06 Kelurahan Pasir Jati, Kecamatan Ujung Berung ini.

    "Saya tunggu dalam beberapa hari ini, kalau ini tidak mau ada yang beli atau tidak selesai akan maju ke pengadilan. Nggak apa-apa lah saya mah udah siap ada yang bantu buat saya mencari keadilan," ujarnya.

    Eko masih heran dalam musyawarah ini keberadaan denah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang menyertai sertifikat kepemilikan rumahnya tidak menjadi acuan dasar. Padahal denah serupa juga bahkan dimilki oleh Rahmat.

    "Saya lihat ini ada yang ditutupi seseorang, tidak menunjukan sertifijat resmi, tapi tidak menunjukan bukti kuat," cetusnya.

    Pertemuan ini lantas membuat Bagus Tri Wahyudi, adik kandung Eko Purnomo ini cukup geram. Menurutnya keberadaan sertifikat sebagai legalitas rumah peninggalan orang tuanya justru tidak diperhatikan.

    "Ketika harus dibahas jangan mengacu sertifikat, terus gunanya sertifikat buat apa? Keluarga kita beli tanah bukan pakai hati nurani," Bagus memungkasi.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT