• Headline

    Ini Alternatif Penyelesaian Rumah tanpa Akses Jalan di Ujungberung

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri12 September 2018 13:26
    fotografer: Inilah/Asep Pupu SB
    INILAH, Bandung - Persoalan rumah Eko Purnomo di RT 05 RW 06 Kelurahan Pasir Jati, Kecamatan Ujung Berung mulai ditempuh lewat jalur musyawarah. Pertemuan dilakukan di Kantor Kecamatan Ujung Berung, Rabu (12/9/2018).

    Musyawarah dipimpin langsung Camat Ujungberung Taufik dan turut menghadirkan beberapa unsur terkait. Di antaranya perwakilan Dinas Tata Ruang (Distaru), Badan Pertanahan Nasional (BPN), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta TNI dan Kepolisian setempat.

    Dari pihak warga, selain Eko tampak hadir juga Rahmat, pemilik rumah di sebelah barat rumah Eko, lalu Yana, pemilik rumah di sebelah utara rumah Eko, dan Sadli makelar yang menjual tanah tersebut.

    Setelah musyawarah berlangsung hampir 2 jam, muncul beberapa opsi yang bisa ditempuh untuk menyelesaikan persoalan ini.

    Di antaranya adalah salah seorang dari Rahmat atau Yana bisa membeli rumah Eko, atau sebaliknya Eko yang bisa membeli sebagian lahan dari rumah di sekitarnya untuk dijadikan jalan.

    "Hasilnya jelas bahwa karena akses jalan tidak ada sehingga kami meminta baik Pak Rahmat atau Pa Yana untuk dibeli," kata Taufik seusai musyawarah di Kantor Kecamatan Ujung Berung, Rabu (12/9/2018).

    Sementara dalam pertemuan ini, seorang pemilik runah lainnya yang bersentuhan langsung dengan bangunan milik Eko, yaitu Rohanda tidak hadir mengikuti musyawarah.

    Padahal, posisinya cukup penting mengingat bangunan Rohanda berada di bagian yang diarsir karena dianggap sebagai fasilitas sosial (fasos) fasilitas umum (fasum) pada denah yang dimiliki oleh Eko.

    "Kedua karena itu ada akses melalui Ibu Rohanda ya berikanlah itu jalan untuk Pak Eko, alternatif yang akan ada akses jalan," lanjutnya.

    Taufik memastikan aparatur kewilayahan berperan pro aktif untuk kembali memfasilitasi pertemuan lanjutan. Dia menyatakan masalah ini jangan sampai terbengkalai atau bahkan sampai mentok tanpa ada penyelesaian.

    "Kita akan segera mungkin senin atau secepatnya ada pertemuan lagi di rw atau kelurahan. Masalahnya itu tanah, kan tanah udah di-ploting masing-masing, sulit karena masing-masing juga punya hak," pungkasnya. [gin]

    TAG :


    Berita TERKAIT