• Headline

    Pemeran Video Porno Anak Dituntut Hukuman Sosial

    Oleh : Ahmad Sayuti17 Agustus 2018 10:42
    INILAH, Bandung- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jabar menuntut pemeran anak wanita dalam adegan video porno anak, IM, hukuman pidana pelatihan kerja selama enam bulan di panti sosial rehabilitasi anak.

    "Tuntutannya sudah kemarin (Kamis). IM dituntut pelatihan kerja selama enam bulan di panti sosial rehabilitasi anak berhadapan dengan hukum Provinsi Jabar di Subang," kata kuasa hukum IM, Dadang Sukmawijaya saat dihubungi INILAH, Jumat (17/8/2018).

    Menurut Dadang, dalam menuntut kliennya, tim JPU Kejati Jabar menerapkan pasal 34 uu RI No 44 Tahun 2008, tentang pornografi sebagaimana tercantum dalam surat dakwaan kedua. Dadang pun mengaku ‎akan mengajukan pledoi atau nota pembelaan Kamis depan (23/8/2018).

    "Harapan kita IM bebas. Dia kan korban eksploitasi ekonomi, dan ada pemanfaat diuntungkan orang dewasa," ujarnya.

    Sebab, dalam tuntutannya pun tim JPU menyebutkan jika IM itu korban sekaligus pelaku. Selain itu, IM juga masuk dalam kategori overmah yang dalam KUHP pasal 48 tidak bisa di pidana sehubungan yang bersangkutan overmah secara ekonomi.

    "Saksi ahli juga menyebutkan IM overmah. Makanya, kita akan usahakan IM bebas," tegasnya.

    Seperti diketahui, Polda Jabar mengungkap pembuatan dan peredaran video porno anak. Video yang dibuat di salah satu hotel di Bandung tersebut, dibuat atas pendanaan dari salah satu jaringan internasional di Rusia dan Kanada.

    Sebelumnya, JPU juga menuntut pelaku utama pembuatan video porno anak di bawah umur, M Faisal Akbar hukuman penjara tujuh tahun penjara, denda Rp 250 juta, subsider kurungan enam bulan.

    Sementara empat terdakwa lainnya yaitu Susanti ibu dari anak di bawah umur inisial D, Herni ibu dari anak di bawah umur SP, Intan sebagai pemeran, Ismi sebagai penghubung antara si anak di bawah umur dengan pemeran, dituntut lima tahun penjara.

    Kasus tersebut berawaldari pertemanan Faisal dengan komunitas Rusia di Facebook bernama VIKA. Berawal dari mengirimkan foto porno berupa editan antara seorang anak dan perempuan dewasa pada akhir bulan April, Faisal pun mendapatkan pujian dari komunitas tersebut.

    Setelah mengirimkan foto dan mendapat komentar positif, terdakwa Faisal mendapat tawaran dari R yang mengaku orang Kanada untuk membuat video mesum dengan imbalan bayaran uang.

    ‎Faisal pun menyanggupi tawaran tersebut dan kemudian meminta bantuan untuk mencarikan anak laki-laki kepada Cici dan Ismi. Mereka kemudian membuat video tersebut di bulan Mei dan Agustus 2017 lalu di dua hotel di Kota Bandung. Setelah video itu jadi, tersangka Faisal mengirimkan video itu kepada R (orang Kanada) melalui media sosial telegram. Dia dibayar pertama Rp 6 juta, Rp 8 juta, dan 16 juta. Jadi total semuanya Rp 31 juta.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT