• Headline

    Charly eks ST 12 Gugat Perusahaan Pengelola Karaoke

    Oleh : Ahmad Sayuti09 Agustus 2018 16:17
    INILAH, Bandung- Fee atas hak brand Charly VHT tidak dibayar, eks pentolan band ST 12, Charly Van Houten melaporkan secara perdata PT Obing Mitra Sukses dan PT Golden Phonix Cemerlang ke pengadilan.

    Gugatan perbuatan melawan hukum dilayangkan tim kuasa hukum Charly ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Selasa (7/8/2018). Tak tanggung-tanggung, gugatan kerugian yang harus dibayar kedua perusahaan tersebut sebesar Rp 7,5 miliar, dengan aset kedua perusahaan dijadikan barang sita jamin.

    Salah seorang kuasa hukum Charly, Hengky Solihin menyebutkan, brand merek Karaoke Charly VHT sudah terdaftar dan telah mendapat hak eksklusif hingga waktu tertentu, baik digunakan sendiri atau diserahkan kepada orang lain untuk menggunakannya.

    "Di 2012 didirikan karaoke ini di Bandung. Kemudian PT Obing menawarkan diri sebagai francise dan mengaku akan mencari investor, dan membuka cabang-cabang di seluruh Kota Besar di Indonesia," katanya kepada wartawan di Bandung, Kamis (9/8/2018).

    Dalam kurun waktu yang tidak begitu lama Bisnis Karaoke Keluarga Charly Van Houten telah membuka cabang di beberapa kota besar di Indonesia mulai dari pulau Jawa, Sumatera hingga Papua, bahkan target ibu kota provinsi merambat sampai Kabupaten dan dengan hanya waktu kurang dari tiga tahun investor banyak yang Break Even Point (BEP) atau balik modal.

    Ia menjelaskan, awal mulanya kasus tersebut pada 2015 setelah hak kliennya (Charly) tidak dibayarakan sebesar 10 persen Managament and Development Fee dari franchisor termasuk keuntungan khusus dari Outlet cabang Taman Mini sebesar tiga persen dari omzet langsung.

    "Saat kita kroscek ke semua outlet karaoke family Charly VHT di semua Cabang, mereka telah membayar kewajiban Managament and Development Fee kepada PT Golden Phoenix Cemerlang," ujarnya.

    Padahal sejak awal perjanjian kerjasama pemakaian brand Charly VHT dengan PT Obing Mitra Sukses. Setelah ditanyakan ke semua outlet, mereka mengaku jika PT Golden Phoenix Cemerlang, merupakan pengganti manajemen pusat PT Obing Mitra sukses.

    Pihaknya pun langsung menemui PT Golden dan mempertanyakan hak mereka secara hukum bisa memegang managemet semua outlet karaoke Charly VHT. Namun jawaban mereka sangat klasik, karena PT Obing sudah pailit dan untuk menyelamatkan semua investor. Bahkan, mereka sudah meraup keuntungan lebih dari Rp 2 miliar, belum termasuk keuntungan secara general dari omzet.

    Awalnya ada itikad baik dari mereka untuk mengembalikan kerugian, namun hingga kini tidak ada realisasi dari PT Golden dan PT Obing. Akhirnya keduanya dilaporkan secara perdata, dengan tergugat satu PT Obing dan tergugat dua PT Golden, dan pihaknya tidak mau lagi dikelola oleh kedua PT tersebut dan akan dikelola sendiri.

    "Atas wanprestasi dan perbuatan melawan Hukum Pasal 1365 KUHPerdata. Dengan kerugian yang harus dibayar tanggung renteng oleh kedua PT tersebut secara materil dan imateril Rp7.5 miliar termasuk kami sudah mengajukan sita jamin terhadap asset berbentuk tanah dan bangunan PT tersebut," ujarnya. [jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT