• Headline

    Saksi Sebut Aa Umbara Terima Aliran Dana Rp100 Juta

    Oleh : Ahmad Sayuti18 Juli 2018 14:58
    fotografer: Inilah/Ahmad Sayuti
    INILAH, Bandung - Bupati Bandung Barat terpilih Aa Umbara disebut-sebut menerima aliran dana dari hasil pengumpulan dan pemotongan uang di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemda KBB. Bahkan Aa diduga langsung menerima Rp100 juta, sementara sisanya diberikan lewat sopir dan ajudannya.

    Hal itu terungkap dalam sidang kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Bandung Barat Abu Bakar dan tiga kepala SKPD, dengan terdakwa mantan Kepala BKPSDM KBB Asep Hikayat di Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (18/7/2018).

    Dalam sidang yang dipimpin M Fuad, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menghadirkan enam saksi. Sidang dengan agenda kesaksian tersebut, dibagi dua sesi. Sesi pertama JPU menghadirkan tiga orang saksi, yakni Aulia Hasan (Putra Abu Bakar), staf Dinas Perindustrian dan Perdagangan Caca, dan Ilham staf BKPSDM.

    Dalam kesaksiannya, Caca mengaku hanya diperintahkan oleh Kadisindag Weti Lembanawati untuk mengumpulkan dan mengambil uang di setiap SKPD di lingkungan Pemkab Bandung Barat.

    "Saya tidak tahu (untuk apa). Saya hanya nerima setoran dari perwakilan dinas, atau kadang orang dinasnya ke saya," katanya saat ditanya JPU soal tujuan pengumpulan uang tersebut.

    Caca mengaku hanya diperintahkan Weti untuk mengambil uang yang ada di dinas-dinas. Dia mengaku tidak tahu untuk keperluan apa.

    JPU pun kemudian memperlihatkan foto-foto barang bukti uang ratusan juta dalam amplop lewat infokus ke screen yang ada di ruang sidang utama. Total uang yang disita sebesar Rp575 juta.

    Selain itu, JPU KPK pun kemudian memutarkan percakapan telepon yang disadap antara Ilham dan Caca di persidangan. Dalam percakapan tersebut, Ilham menyetorkan uang Rp199 juta dan Rp219 juta. "Uang dari Ilham totalnya Rp 400 juta, apakah uang itu termasuk yang Rp 575 juta?" tanya JPU KPK lagi.

    Caca pun membantahnya. Uang terkumpul dari Ilham dan diserahkan kepadanya berbeda dari Rp 575 juta, dan semua telah disetorkan kepada Weti dan orang lain atas perintahnya.

    JPU pun kembali memperlihatkan sebuah catatan via infokus di persidangan. Saat ditanya, Caca pun membenarkan catatan tersebut merupakan tulisan tangannya sendiri. "Dalam catatan ini tertulis Rp100 juta untuk ketua. Siapa yang dimaksud ketua?" tanya JPU.

    Caca pun menjawab yang dimaksud ketua yakni Ketua DPRD KBB Aa Umbara. Dia disuruh menyerahkan Rp100 juta ke ketua, kemudian Rp20 juta ke sopirnya, Rp75 juta ke ajudannya, Rp25 juta dan Rp35 juta ke ajudan.

    "Saya tidak tahu uang itu untuk apa-apanya. Hanya diperintahkan Bu Weti untuk diserahkan ke Ketua (Aa Umbara)," ujarnya. [gin]

    TAG :


    Berita TERKAIT