• Jaro-Ingrid Gugat Pilbup Bogor

    Oleh : Rishad Noviansyah12 Juli 2018 04:03
    fotografer: Rishad Noviansyah

    INILAH, Bogor- Jaro Ade-Ingrid Kansil (Jadi) layangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), soal dugaan adanya kesalahan sistemik dalam penyelenggaraan Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor 2018.

    Gugatan didaftarkan kuasa hukum pasangan nomor urut tiga itu pada Selasa (10/7) petang sekitar pukul 15.54 WIB. "Kemarin sore kita sudah daftarkan gugatan ke MK," kata kata kuasa hukum tim Jadi Herdiyan Nuryadin, Rabu (11/7).

    Salah satu hal yang mendorong pasangan yang diusung Golkar, PAN, Demokrat, PKS dan Nasdem itu ialah soal Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) karena tidak terukur dengan baik oleh KPU Kabupaten Bogor.

    "Itu cuma satu dari temuan-temuan yang kami dapatkan. Bukti-bukti juga sudah kami siapkan," tegasnya.

    “Salah satunya soal DPTB, kami sudah siapkan bukti-bukinya juga,” tambahnya.

    Perkara Pilkada Kabupaten Bogor dengan nama pemohon H. Ade Ruhandi " Jaro Ade, S.E. & Ingrid Maria Palupi Kansil, S.Sos. (Nomor Urut 3) terdaftar dengan nomor gugatan APPP 30/1/PAN.MK/2018. Dengan termohon KPU Kabupaten Bogor.

    Komisioner KPU Kabupaten Bogor Divisi Hukum Erik Fitriadi pun mengamini jika gugatan tersebut berakhir pada Senin (9/7) malam. Namun KPU masih menunggu Rilis dari MK terkait ada atau tidaknya gugatan dalam Pilbup Bogor.

    Untuk penetapan calon sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bogor terpilih akan diumumkan setelah 23 Juli 2018. "Ada keputuan dari Kemendagri dan KPU RI bahwa hasilnya harus menunggu rilis MK dulu. Itu baru bisa diketahui pada 23 Juli karena tahun ini ada 171 daerah yang menggelar pilkada," kata dia.

    Dengan batas waktu gugatan yang telah berakhir ini, artinya tidak akan ada perubahan hasil suara. Namun, hal tersebut tergantung daripada keputusan MK. "Jika sudah ada keputusan dari MK, maka kita akan segera tetapkan Bupati dan Wakil Bupati Bogor terpilih," tegasnya.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT