• Headline

    Soal Pencalonannya di Pilpres 2019, Ini Kata Aher

    Oleh : Rianto Nurdiansyah12 Juli 2018 03:46
    INILAH, Bandung-Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku siap bertarung dalam pilpres 2019 mendatang. Namun pria yang akrab disapa Aher ini sadar betul butuh dukungan agar dipandang pantas untuk menjadi orang nomor satu di negeri ini.

    "Dan sekali lagi saya sering mengatakan bahwa kesiapan kita tidak berdiri sendiri, karena pasti terkait dengan keputusan partai juga, terkait dengan koalisi partai," ujar Aher, Rabu (11/7).

    Aher mengaku terus melakukan komunikasi dengan calon-calon pasangannya. Namun mengenai ini belum bisa disampaikan kepada khalayak.

    "Kecuali pada suatu saat, mungkin ketika kita bertemu dengan tokoh yang juga dijagokan untuk kandidat nasional mungkin ya, kan akan diketahui oleh publik nanti," paparnya.

    Komunikasi juga terus dijalin dengan Partai Keadilan Sosial (PKS), sebagai partai tempat dia bernaung. Termasuk dengan para tokoh-tokoh. "Insya allah terus kita lakukan silaturahim dengan niat untuk kebaikan bangsa ini," katanya.

    Menurut dia, kesempatan untuk menjadi calon presiden dan wakil presiden terbuka untuk siapapun. Demikian, dia melakukan komunikasi tertutup dengan berbagai pihak sebelum akhir pendaftaran 10 Agustus mendatang.


    "Sepanjang sebelum tanggal sepuluh kemudian pencapresan belum konkrit ya, berarti tunggu sampai konkrit dan tunggu sampai tanggal 10," katanya.

    Lebih lanjut, dia mengaku harus dalam kondisi siap bilamana nanti dipercaya menjadi delegasi partai pada pilpres 2019. Kata dia, tentu saja kelak ada mekanisme dari partai untuk mengerucutkan satu nama.

    "Dan mekanisme di partai untuk berkoalisi dengan yang lain supaya genap sesuai dengan presiden treshold," imbuhnya.

    Aher juga masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai Presidental Threshold (PT). Menurut dia hajat Pilpres 2019 akan lebih gemuruh lagi bilamana pencalonan PT-nya itu di nol kan.

    Demikian, sebut saja bila jumlah partai ada sepuluh maka kemungkinan bisa sepuluh pasang yang mencalonkan. Kata dia, semakin banyak pasangan calon yang muncul, akan lebih bagus. Sebab, demokrasi akan semakin sehat jika melihat pilihan masyarakat juga semakin beragam.

    "Mudah-mudahan apa pun keputusan MK apa pun mekanisme partai dan mekanisme koalisi antar partai ya kita berjalan dengan baik," pungkasnya.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT