• Headline

    Polisi dan Pemkab Bandung Pantau Kesiapan Jalur Mudik

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha23 Mei 2018 17:28
    fotografer: Rd Dani Rahmat Nugraha
    INILAH, Bandung- Jajaran Polres Bandung bersama Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR Kabupaten Bandung melakukan pengecekan jalur mudik selatan.

    Bersarkan pantauan, Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan bersama Kadis PUPR Agus Nuria dan Kadishub melakukan pengecekan jalur mudik alternatif melalui Cijapati yang menghubungkan Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Garut pada Rabu (23/5/18).

    Dalam pengecekannya itu, Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan mengatakan secara umum jalur utama dan alternatif mudik di Kabupaten Bandung telah siap digunakan.

    "Jalur Cijapati sudah bagus, kemudian PJU sudah siap, memang ada beberapa yang mati, tapi sudah dilakukan terhadap PJU yang mengalami kerusakan," kata Indra.

    Indra mengatakan, walaupun secara umum jalur utama dan alternatif mudik di Kabupaten Bandung siap digunakan, namun masih ada sejumlah jalan yang mengalami kerusakan dan akan segera diperbaiki oleh Dinas PUPR Kabupaten Bandung.

    " Beberapa lubang jalan sudah kami survei. Ini sebetulnya jalan provinsi, nanti kita akan koordinasi dengan Pak Kadis (Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bandung) untuk segera melakukan penambalan," ujarnya.

    Baik PJU dan kondisi jalan yang saat ini mengalami kerusakan, Indra menargetkan sebelum arus mudik, perbaikan PJU dan jalan harus selesai. Kata dia, jalur Cijapati digunakan jika terjadi antrean kendaraan di dalam tol Padaleunyi sepanjang 5 km.

    "Kalau antrean sudah 5 km di tol maka akan di buka gate GBLA. Agar antrean kendaraan terurai, diarahkan ke Sapan dan Cijapati. Tujuannya untuk mengurangi uraian kendaraan menuju gate tol Cileunyi," ujarnya.

    Kasatlantas Polres Bandung AKP Dony E Wicaksono menambahkan, hari ini, Polres Bandung bersama Pemkab Bandung melakukan pengecekan jalur untuk memastikan agar jalan tersebut dapat digunakan.

    "Jalur sudah mendekati rampung, khususnya jalur Nagreg Cileunyi. Ada perbaikan jalan, mudah-mudahan mendekati hari H perbaikan selesai," katanya.

    Dony menjelaskan jika jalur Kamojang tidak terlalu diprioritaskan sebagai jalur mudik. Biasanya jalur tersebut hanya digunakan oleh pemudik lokal asal Kabupaten Bandung dan Kota Bandung atau pemudik yang sudah mengetahui jalur tersebut.

    "Tidak diproritaskan untuk jalur lintasan Kamojang itu. Jalur prioritas yaitu jalur Cileunyi-Nagreg dan alternatif ke Cijapati,"katanya.

    Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bandung, Agus Nuria menambahkan, pihaknya mengklaim jika lebih dari 90 persen kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalur mudik dan parawisata di Kabupaten Bandung dalam kondisi baik. Berdasarkan data, jumlah keseluruhan PJU di jalur mudik dan parawisata di Kabupaten Bandung berjumlah 2.688 buah. 677 buah ada di jalur mudik Cileunyi-Nagreg.

    "Hari ini kami bersama Polres Bandung sidak jalur, hasil pantauan di lapangan ada PJU yang harus dilakukan perbaikan. Itu akan segera kami lakukan perbaikan.

    Selain itu, kata Agus, harus diakui masih ada jalan yang rusak dan harus dilakukan penambalan. Kerusakan tersebut terjadi di sejumlah titik yang ada di jalur mudik. Menurutnya, perbaikan jalan dan PJU akan selesai sebelum jalur mudik di Kabupaten Bandung digunakan.

    "Minggu ini kami laksanakan perbaikan. Termasuk PJU, tim di lapangkan sudah melakukan perbaikan. Ada 26 titik yang perlu dilakukan penanganan. Ada penambahan, di Jalur Cijapati sekitar 22,"katanya.

    Agus mengklaim, jika persiapan infrastruktur di jalur mudik Kabupaten Bandung sudah mencapai 90 persen.

    "Insyaallah sudah siap. Sekarang posisi sudah 90 persen, rata-rata siap. H-7 harus siap. 10 persenya penambalan lubang jalan dan perbaikan PJU," ujarnya.

    Bukan hanya jalan dan PJU saja. Rambu-rambu lalu lintas di jalur mudik pun akan dilengkapi. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Perhubungan Teddy Kusdiana.

    "Sesuai arahan dari Pak Kapolres, apabila KM 151 gate Gedebage dibuka, banyak persimpangan yang harus dibuatkan rambu-rambu dan petunjuk jurusan, karena banyak yang tidak tahu jika pintu tol itu di buka," ujarnya.

    Menurut Tedy, sesuai pengalaman jika antrean kendaraan di dalam tol mencapai 5 km jarang terjadi.

    "Banyak rambu-rambu yang perlu kita lengkapi. Cijapati, Nagreg juga sudah lengkap, tinggal di jalur menuju jalur alternatif," katanya.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT