Atalia Kamil: TKW Sebaiknya Kuasai Bela Diri

Atalia Kamil: TKW Sebaiknya Kuasai Bela Diri

Senin, 5 November 2018 | 13:30 WIB - Oleh: Inilah koran
Atalia Kamil.
INILAH, Bandung - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil menyarankan agar setiap tenaga kerja wanita (TKW) yang akan berangkat kerja ke luar negeri agar mengusai teknik dasar ilmu bela diri untuk menghadapi setiap gangguan yang mengancam.

"TKW di luar negeri harus tahu etika, tata krama. Apa yang boleh dan tidak boleh diperbuat. Termasuk bagaimana mereka misal bisa bela diri," kata Atalia Praratya Kamil seusai menjadi pembicara pada acara "Jabar Punya Informasi (Japri)" di Gedung Sate Bandung, seperti dikutip antara, Senin (5/11/2018).

Terkait permasalahan yang dihadapi TKW di luar negeri, selaku Ketua Tim Penggerak-PKK Jawa Barat, Atalia berpendapat permasalahan TKW erat kaitannya dengan sisi bagaimana menguatkan para perempuan untuk sanggup menghadapi tantangan jika mengharuskan menjadi seorang tenaga kerja di luar negeri.

Hal itu juga termasuk ketika perempuan berada di tempat jauh dan terjadi apa-apa maka mereka harus tahu mengadu ke mana. Jadi itu semua harus disiapkan betul-betul segala hal sebelum memutuskan untuk berangkat, kata dia.

Pihaknya juga menyampaikan rasa duka mendalam atas nasib salah seorang TKW Jawa Barat, asal Desa Cikeusik Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Tuti Tursilawati, yang meninggal di Arab Saudi.

"Saya turut prihatin dan berbela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga kejadian ini tidak menimpa masyarakat kita lagi," kata dia.

Beberapa hari lalu, dirinya mengunjungi kediaman keluarga almarhumah Tuti Tursilawati, bersama kepala DP3AKB Jabar, Sekda, Ketua PKK dan Kadisnaker Majalengka, disambut peluk tangis Ibunda dan anak Tuti.

Dia mengatakan berdasarkan data yang diterimanya ada delapan ribuan TKI asal Kabupaten Majalengka, yang bekerja di luar negeri, dan sekitar tiga ribu diantaranya bekerja di Arab Saudi.

Menurutnya, upaya maksimal sudah dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah seperti pendampingan sejak kasusnya di tahun 2010 silam.

"Upaya sudah dilakukan maksimal oleh pemerintah pusat dan daerah karena ini sudah berjalan sejak tahun 2010, prosesnya sangat panjang. Saya juga melihat bahwa upaya pendampingan sudah sering dilakukan," ujar Atalia.

Lebih lanjut ia mengatakan salah satu upaya untuk mencegah kejadian serupa tidak terulang, TP-PKK Jabar bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Jabar akan memperkuat pemberdayaan perempuan.

"Yang kami lakukan adalah upaya pencegahan agar tidak terjadi seperti ini lagi di kemudian hari. Ini tugas saya dengan DP3AKB," ujarnya.

Inilah koran

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 16 November 2018 | 10:44 WIB

    Angka Bencana Meningkat, Persediaan Logistik Menipis

  • Kamis, 15 November 2018 | 17:05 WIB

    ASN Jabar Bisa Raih Sertifikasi via Android

  • Rabu, 14 November 2018 | 15:00 WIB

    Pasien Sakit Berat, Telepon Saja 119