Ekspor Pindad Diprediksi Capai US$100 Juta

Ekspor Pindad Diprediksi Capai US$100 Juta

Jumat, 2 November 2018 | 18:12 WIB - Oleh: Doni Ramdhani
INILAH, Bandung - Pada 2018 ini, target Pindad akan meningkatkan target penjualan ekspornya. Rencananya, sejumlah produk unggulan akan dijual industri pertahanan dalam negeri ini.

Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengatakan, rencananya upaya merealisasikan target itu dengan mengekspor produk senjata, amunisi, dan kendaraan taktis (rantis) unggulan. Seperti, ekspor pistol G2 Elite untuk Brunei Darussalam; G2 Elite, senapan serbu, dan amunisi untuk Malaysia; senapan serbu, amunisi, dan senapan mesin ringan untuk Filipina; serta dan amunisi, senapan serbu, dan rantis komodo untuk Amerika Serikat.

"Yang pasti, Pindad sekarang kembali akan mengekspor 7.300 butir amunisi kaliber 7.62x51 mm dan explosives materials berupa TNT block 225 gram, 500 gram dan 130 gram sebanyak 4.030 unit ke Thailand," kata Abraham saat pelepasan ekspor oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno di Kantor PT Len Industri, Rabu (31/10) lalu.

Menurutnya, penjualan ekspor itu digeluti pihaknya relatif lama. Terhitung sejak 2006 pihaknya mengekspor ke beberapa negara seperti Kamboja dan Nigeria untuk senapan serbu. Selain itu, terdapat ekspor amunisi ke Malaysia dan Australia untuk penanganan huru-hara, Korea Selatan, Singapura, Timor Leste, dan Filipina. Plus, senjata dan amunisi ke Laos serta beberapa negara lainnya di kawasan Asia.

"Rata-rata, penjualan ekspor kita per tahunnya ada di kisaran US$5 juta," tambahnya seraya menyebutkan Thailand diakuinya sebagai pelanggan ekspor utama sejak 2006 untuk produk amunisi kaliber kecil.

Tak hanya itu, Pindad juga ikut serta dalam misi perdamaian PBB dengan mengirimkan produk kendaraan Anoa sejak 2010. Saat ini, Anoa Pindad tersebar di beberapa kawasan. Rinciannya, 24 unit di UNAMID sebagai misi perdamaian di Sudan, 20 unit di UNIFIL sebagai misi perdamaian di Lebanon, 4 unit di MINUSCA sebagai misi perdamaian di Afrika Tengah, dan 20 unit di MONUSCO sebagai misi perdamaian di Congo.

Lebih jauh Abraham menuturkan, produk terbaru Medium Tank juga terus dipromosikan ke beberapa negara di kawasan Asia Tenggara. Sejauh ini, hasilnya mendapatkan respons positif. Harapannya, pada 2019 mendatang produk tersebut masuk ke pasar internasional.

"Kegiatan ekspor ini merupakan wujud komitmen kami. Tidak hanya untuk menghadirkan sosok BUMN di tingkat global, tapi juga mendatangkan devisa dan multiplier economic effect di masyarakat baik berupa pemberdayaan supplier lokal maupun penyerapan tenaga kerja," jelasnya.[jek]

Doni Ramdhani / jek

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Rabu, 14 November 2018 | 17:09 WIB

    KAI Gelar Book Fair on Station

  • Rabu, 14 November 2018 | 14:12 WIB

    Uniqlo Bidik Pasar Bandung

  • Rabu, 14 November 2018 | 01:01 WIB

    BNI Syariah Siap Biayai Rumah Sakit di Jabar

  • Selasa, 13 November 2018 | 17:21 WIB

    Harga Sayuran di Indramayu Naik

  • Selasa, 13 November 2018 | 17:07 WIB

    BNI Syariah Dukung Program Pemprov Jabar