Manajemen Kesal, Gomez Menyalahi Perjanjian

Manajemen Kesal, Gomez Menyalahi Perjanjian

Sabtu, 27 Oktober 2018 | 10:17 WIB - Oleh: Rianto Nurdiansyah
INILAH, Bandung-Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) kesal, berkali-kali Pelatih Mario Gomez menyalahi perjanjian. Juru racik asal Argentina tersebut kerap bekoar-koar mengutarakan keluhannya di depan publik.

Terakhir, Gomez mempertanyakan dukungan manajemen, mengingat sejauh ini hanya Manajer Umuh Muchtar yang selalu mendampingi timnya, khususnya pada empat partai terakhir. Hal tersebut dia sampaikan di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Kamis (25/10/2018).

Komisaris PT PBB Kuswara S Taryono mengaku pihaknya sangat menyesalkan sikap Gomez yang cenderung menyudutkan manajemen. Padahal dalam kontrak ada perjanjian, terkait keluhan harus disampaikan secara tertulis kepada manajemen, bukan koar-koar pada publik. Lantaran, sudah disepakati oleh kedua belah pihak dan diatur dalam pasal 13 pada klausul.

"Bahwa pelatih tidak diperkenankan memberikan pernyataan atau memberikan keterangan yang sifatnya merugikan klub atau berindikasi dapat menganggu keharmonisan, baik itu kepada media cetak atau pun media elektronik tanpa pesetujuan klub," papar Kuswara di Graha Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Jumat (26/10/2018).

Terlebih, lanjut dia, sejauh ini manajemen sudah memberikan dukungan penuh kepada tim. Dia juga menegaskan, sekalipun hanya Manajer Umuh Muchtar yang mendampingi tim, namun pria karib disapa Pak Haji tersebut adalah bagian dari manajemen. Seharusnya, hal ini tak perlu dipermasalahkan.


"Manajemen adalah sebuah korporasi yang tidak person to person. Siapapun yang bergerak adalah yang terbaik untuk Persib. Kita selalu memperhatikan betul tim Persib, apapun sesuai dengan hak dan kewajibannya. Tidak hanya laga tandang termasuk laga kandang," paparnya.

Kendati menyalahi perjanjian, Kuswara jelaskan, pihaknya akan menyikapi dengan langkah yang bijak. Langkah yang akan ditempuh, yaitu membuka pembicaraan dengan Gomez untuk mempertanyakaan maksud dari pernyataan yang sudah dilontarkan kepada publik.

"Beri kesempatan kepada kami untuk mengkomunikasikan dengan coach Gomez. Ada hal saat ini konsetrasi penuh untuk menghadapi laga sisa," ucapnya.

Sementara itu, Komisaris PT PBB lainnya Zaenuri Hasyim mengatakan pihaknya sudah mengambil langkah. Pihaknya memberikan tugas kepada mantan juru racik Johor Darut Takzim tersebut untuk memaksimalkan tujuh laga sisa di Indonesia Liga 1 2018.

Sebab, dia sampaikan, manajemen sudah mengupayakan hak Gomez secara maksimal. Demikian, sang pelatih tinggal menunaikan kewajibannya meraih prestasi untuk tim.

"Jadi dia sudah diberi tugas masih ada 7 partai dia harus menyelesaikan tugas ini dengan baik dan dia kita minta menyadari bahwa dia punya hak dan kewajiban," ujar Zaenuri.

Dia mengklaim, sejauh ini pihaknya selalu memberi dukukan penuh kepada tim agar berprestasi. Karena itu, Zaenuri turut geram, tatkala Gomez menyatakan beberapa persyaratan untuk kembali meracik skuat Maung Bandung di musim depan.

"Apa dia mau terus menyalahkan manajemen saja silakan tulis nggak apa-apa dia bohong juga banyak. Dia ngomong tidak diperhatikan masa selalu kalau pertandingan kan sudah ada Pak Umuh sebagai manajer selalu mendampingi," paparnya.

Walaupun dia tak menampik, bahwa Gomez adalah salah satu pelatih yang jempolan. Bahkan, Zaenuri mengakui, selama menjadi Komisaris PT PBB pelatih berusia 61 tahun tersebut mampu membuat dia terpukau.

"Memang ada yang tidak perlu saya sampaikan, saya akui dia pelatih bagus tapi di luar itu yang tidak perlu saya sampaikan kepada anda ada yang tidak sesuai dengan harapan kita. Pembaca tahunya dia pelatih yang baik," ucapnya.

Berbeda halnya apabila manajemen tak bisa memberikan hak kepada Gomez, misalnya tidak menggaji. Jika seperti itu, pihaknya akan terima apabila digembar-gemborkan pada publik.

"Sepertinya dia tidak mengerti kecuali kalau dia terlambat digaji mau ribut teriak-teriak OK Itu haknya dia Tapi semua hak dia kita penuhi," tegasnya.

Memang, di awal Gomez meracik tim sempat mengeluhkan sarana dan prasarana Persib. Zaenuri pun heran, sebab sebelum menandatangani kontra seharusnya dia sudah paham pada kondisi tim Maung Bandung.

"Ngapain dia ngomong gitu lapangan ada memang bukan punya Persib harusnya dia kan waktu mau di kontrak kan nanya Persib punya apa," pungkasnya.

Rianto Nurdiansyah / jek

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 16 November 2018 | 13:27 WIB

    Masih Cedera, Bauman Ikut Rombongan ke Magelang