Absen ASN di Pemprov Jabar Tinggal Selfie Saja

Absen ASN di Pemprov Jabar Tinggal Selfie Saja

Selasa, 12 Februari 2019 | 14:52 WIB - Oleh: Rianto Nurdiansyah
ilustrasi. net
INILAH, Bandung-Bukan lagi finger print atau absensi sistem 'ketok' manual. Pemerintah Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menerapkan sistem absensi lebih moderen untuk mendata kehadiran para Aparatur Sipil Negara (ASN). Seperti apa? 

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa mengatakan saat ini pihaknya sedang mengujicobakan sistem absensi dengan cara berswafoto atau selfie. Di mana para ASN bisa menggunakan kamera ponselnya masing-masing. 

"Itu baru kita terapkan dalam rangka untuk meningkatkan kedisiplinan. Tetapi juga dengan mengacu pada 4.0 artinya secara sekejap bisa kita ketahui dan tidak bisa dimanipulasi," ujar Iwa di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (12/2/2019).

Menurut dia, sistem absensi ala selfie ini akan lebih transparan dan pengumpulan datanya jauh lebih cepat karena menggunakan aplikasi smartphone. Hanya saja, dia tak menampik masih ada kendala dalam pelaksanaanya.

"Tidak seluruh ASN mempunyai handphone yang sama. Itu yang sedang kita carikan solusi. Kan tidak semua punya, terutama di daerah yang sinyalnya tidak ada," ungkapnya.

Dia sampaikan, sebagai langkah awal ujicoba sistem absensi anyar ini diterapkan kepada 13 ribu ASN di lingkungan Pemprov Jabar. Nantinya, hal yang sama akan diterapkan kepada 25 ribu ASN yang merupakan guru SMA dan SMK Jabar.

"Kalau sekarang sebagian besar absensi masih dilakukan secara manual," katanya.

Iwa tambahkan, pihaknga masih menyiapkan aplikasi khusus untuk absensi ini, termasuk namanya. Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jabar mengenai pencanggihan absensi tersebut.

"Kepala BKD membahas soal peningkatan disiplin ASN, salah satunya pengembangan sistem informasi mengenai kepegawaian dan absen. Ini masih tahap uji coba. Ini mungkin yang paling canggih,"  katanya.

Absensi dengan berswafoto atau memakai sistem face recognation ini, kata Iwa, bakal memberikan identitas dan lokasi absensi secara jelas. Swafoto pun harus dilakukan secara langsung, tidak bisa memakai foto yang disimpan di memori.

"Saya belum evaluasi, tetapi masukan-masukannya sudah ada. Ini untuk PNS dan non-PNS, paling efektif karena saya bisa langsung tahu, siapa yang masuk dan tidak. Karena datanya masuk ke ruangan saya nantinya,"  pungkas Iwa.

Rianto Nurdiansyah / jek

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 18 Februari 2019 | 16:50 WIB

    April Nanti, Jabar Kedatangan Investor India

  • Senin, 18 Februari 2019 | 16:45 WIB

    Anggaran Citarum Harum Cair Paling Telat Maret

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 13:10 WIB

    Lulusan SMK Penyumbang Tertinggi Pengangguran di Jabar

  • Kamis, 14 Februari 2019 | 16:35 WIB

    Duh, Dana Citarum Rp600 Miliar Belum Cair