Potensi Pemasaran Produk Alutsista Tanah Air

Potensi Pemasaran Produk Alutsista Tanah Air

Senin, 11 Februari 2019 | 22:30 WIB - Oleh: Antara
ilustrasi. Foto: Syamsuddin Nasoetion
INILAH, Bandung - Produk alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan Indonesia potensial untuk dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan negara di kawasan Afrika.

Duta Besar Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzi mengatakan, Mesir merupakan salah satu negara yang berpotensi. Dia menyebutkan, produk sistem pertahanan buatan Indonesia saat ini kualitasnya sudah berkelas dunia.

“Kualitas produk alutsista kita sudah dipakai di banyak negara serta memiliki harga yang kompetitif sehingga akan mampu bersaing dengan produsen senjata lain,” kata Helmy seperti dikutip Antara, Senin (11/2/2019). 

Menurutnya, pihak Mabes TNI sejauh ini melakukan penjajakan kerja sama pertahanan Indonesia-Mesir. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, Marsekal Muda TNI Kisenda Wiranata Kusuma ke Mesir pada 6-8 Februari 2019.

Dalam kegiatan tersebut, Kisenda melakukan sejumlah pertemuan termasuk dengan pejabat dari Military Intelligence Directorate (MID) Mesir. Pada pertemuan itu disinggung ide penjajakan berbagi informasi intelijen kedua negara.

“Kunjungan Kepala Bais TNI ini adalah momentum yang harus dimanfaatkan dalam rangka peningkatan hubungan bilateral Indonesia-Mesir yang sudah berlangsung puluhan tahun,” ujarnya. 

Untuk itu, dia mengharapkan informasi mengenai produksi alutsista Indonesia bisa diperluas hingga Mesir yang sejauh ini masih kurang tersedia. Selain itu, industri pertahanan Tanah Air juga belum optimal dalam melakukan sosialisasi maupun promosi ke sana. Bahkan, dalam pameran pertahanan Mesir pada Desember 2018 lalu, KBRI Kairo hanya memamerkan satu industri pertahanan swasta dan tidak ada satupun BUMN pertahanan yang ikut meramaikan.

“Kami sudah berkali-kali mengajak dan mengundang industri pertahanan nasional untuk berpromosi ke Mesir, tapi masih belum terealisasi secara optimal,” ucapnya. 

Mesir saat ini dijelaskannya mempunyai program modernisasi persenjataan militer yang baik. Terlebih, angkatan bersenjata Mesir masih banyak menggelar operasi kontra-insurgensi. Apalagi, secara geopolitik, Mesir memiliki peran signifikan di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Untuk itu, ia berpendapat alutsista seperti senapan ringan, kapal cepal dan munisi berpeluang untuk ditawarkan ke Mesir.

“Saat ini Mesir semakin melirik produk industri pertahanan non-Amerika Serikat sehingga produk nasional kita punya peluang untuk dipasarkan di sana,” tambahnya.

Terkait upaya peningkatan promosi alutsista tersebut, dia mengaku sudah menemui Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Dalam pertemuan Senin (4/2) lalu itu dibahas peluang peningkatan kerja sama Indonesia-Mesir di bidang pertahanan.

Dia mengharapkan Menteri Pertahanan dapat ikut membantu mempromosikan alutsista Indonesia ke Mesir. Salah satu caranya yakni melakukan penjajakan peningkatan kerja sama pertahanan kedua negara.

Selama ini, pasar Afrika termasuk Mesir merupakan pasar potensial bagi produk-produk Nusantara. Semisal komoditas kopi dan kelapa sawit yang merupakan jenis komoditas yang laris manis. Apalagi, Presiden RI Joko Widodo sudah mengajak para pebisnis untuk melihat potensi pasar Afrika.

“Perekonomian di kawasan Afrika terus tumbuh dan saat ini adalah waktu tepat untuk mengencarkan promosi produk alutsista kita,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Stastistik (BPS), total perdagangan Indonesia-Mesir pada periode Januari-November 2018 tercatat sebesar US$1,07 miliar. Ekspor Indonesia ke Mesir tercatat sebesar US$949 juta, sedangkan impor Indonesia dari Mesir sebesar US$121 juta. Dengan demikian, surplus untuk Indonesia dalam neraca perdagangan dengan Mesir pada periode tersebut sebesar US$828 juta.

Sementara itu, pada 2018 lalu PT Pindad meningkatkan target penjualan ekspornya. Rencananya, sejumlah produk unggulan akan dijual industri pertahanan dalam negeri ini. Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengatakan, rencananya upaya merealisasikan target itu dengan mengekspor produk senjata, amunisi, dan kendaraan taktis (rantis) unggulan. 

Menurutnya, penjualan ekspor itu digeluti pihaknya relatif lama. Terhitung sejak 2006 pihaknya mengekspor ke beberapa negara seperti Kamboja dan Nigeria untuk senapan serbu. Selain itu, terdapat ekspor amunisi ke Malaysia dan Australia untuk penanganan huru-hara, Korea Selatan, Singapura, Timor Leste, dan Filipina. Plus, senjata dan amunisi ke Laos serta beberapa negara lainnya di kawasan Asia. 

“Rata-rata, penjualan ekspor kita per tahunnya ada di kisaran US$5 juta,” tambahnya. 

Tak hanya itu, Pindad juga ikut serta dalam misi perdamaian PBB dengan mengirimkan produk kendaraan Anoa sejak 2010. Saat ini, Anoa Pindad tersebar di beberapa kawasan. Rinciannya, 24 unit di UNAMID sebagai misi perdamaian di Sudan, 20 unit di UNIFIL sebagai misi perdamaian di Lebanon, 4 unit di MINUSCA sebagai misi perdamaian di Afrika Tengah, dan 20 unit di MONUSCO sebagai misi perdamaian di Congo.

Lebih jauh Abraham menuturkan, produk terbaru Medium Tank juga terus dipromosikan ke beberapa negara di kawasan Asia Tenggara. Sejauh ini, hasilnya mendapatkan respons positif. Harapannya, pada 2019 mendatang produk tersebut masuk ke pasar internasional. 

“Kegiatan ekspor ini merupakan wujud komitmen kami. Tidak hanya untuk menghadirkan sosok BUMN di tingkat global, tapi juga mendatangkan devisa dan multiplier economic effect di masyarakat baik berupa pemberdayaan supplier lokal maupun penyerapan tenaga kerja,” jelasnya.

Antara / dnr

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Minggu, 17 Februari 2019 | 20:00 WIB

    Perbarindo Gagas Transformasi Digital BPR

  • Minggu, 17 Februari 2019 | 15:55 WIB

    AFPI Dukung Langkah OJK Berantas Fintech Ilegal

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 15:00 WIB

    Di Bandung, BTN Ajak 25 Developer Tawarkan KPR Gaes!

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 14:30 WIB

    KPR Gaes! Produk BTN Gaet Generasi Milenial

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 14:15 WIB

    XL Axiata Operator Kedua Terbesar Indonesia

  • Kamis, 14 Februari 2019 | 15:00 WIB

    Samsung Penuhi Kebutuhan Monitor Layar Lebar

  • Kamis, 14 Februari 2019 | 06:00 WIB

    XL Axiata Luncurkan Kartu Perdana XL Go Izi

  • Rabu, 13 Februari 2019 | 22:30 WIB

    JNE Bidik 20% Titik Layanan Baru

  • Rabu, 13 Februari 2019 | 20:30 WIB

    Iwapi Didorong Bangkitkan Ekonomi Sektor Pertanian