Fahmi Ngaku Ngabisin Duit Rp700 Juta di Lapas Sukamiskin

Fahmi Ngaku Ngabisin Duit Rp700 Juta di Lapas Sukamiskin

Senin, 11 Februari 2019 | 19:45 WIB - Oleh: Ahmad Sayuti
INILAH, Bandung- Fahmi Darmawansyah mengakui semua perbuatannya, dan menyesal. Fahmi yang juga narapidana Lapas Sukamiskin mengaku sudah menggelontorkan Rp 700 juta untuk mendapatkan fasilitas di Lapas Sukamiskin semenjak dirinya masuk ke sana.

Hal itu diungkapkan Fahmi saat dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Andi Rahmat, dalam sidang kasus dugaan  suap kepada Kalapas Sukamiskin Wahid Husein di Pengadilan Tipikor pada PN Klas IA Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (11/2/2019).

Sidang yang dipimpin majelis hakim Daryanto mengagendakan kesaksian, yakni masing-masing terdakwa saling bersaksi atau saksi mahkota. Fahmi diperiksa terlebih dulu untuk terdakwa Andi, kemudian dilanjutkan Andi Rahmat bersaksi untuk Fahmi.

Sebelumnya Hakim Daryanto menanyakan, apakah semua keterangan BAP, saksi-saksi yang sudah dihadirkan dalam persidangan sudah sesuai. Jawaban Fahmi tidak menyangkal dan beralasan. Fahmi pun mengakui semua yang dikatannya dalam BAP benar.

Dalam kesaksiannya Fahmi pun mengakui semua perbuatannya, mulai dari adanya pemberian uang untuk faslitas mewah di kamar lapas, hingga pemberian barang berharga seperti mobil kepada Wahid Husein.

"Masuk lapas Bayar 700 juta melalui Andri. Bayarnya secara bertahap dan tidak ada Surat keputusannya (soal penempatan kamar dan fasilitas)," katanya.

Fahmi juga mengaku bahwa, Andri yang berperan sebagai tangan kananya sangat membantu beberapa keperluanya dalam lapas Sukamiskin. Hingga tidak jarang juga ia berikan pesangon dari kantong pribadinya.

Sementara Andi Rahmat mengaku dirinya ditunjuk sebagai ‘tukang’ oleh kepala pengamanan lapas Sukamiskin (KPLP) Selamet. Tugasnya, merenovasi kamar lapas sesuai dengan pesanan narapidana.

”Awalnya saya minta modal ke Pak Fahmi, Rp 50 juta,” katanya.

Andri lalu menjelaskan bahwa dirinya memang membuka jasa renovasi sel. Andri juga sempat melaporkan pekerjaannya itu kepada Fahmi, makanya dia memberikan modal kepadanya. Kendati begitu, Fahmi tidak meminta keuntungan.

Andri menjelaskan jasa renovasi itu baru dilakoni selama 3 bulan sejak Wahid menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin. Dia menggantikan peran Ikhsan, napi tipikor yang sudah bebas. Banyak kamar yang telah dia renovasi. Menurut Andri, renovasi dilakukan dengan cara membuat nyaman.

Andri mengatakan aktivitasnya itu sudah diketahui dan direstui Wahid Husen. Andri meminta izin terlebih dahulu kepada Wahid untuk merenovasi sel milik napi. Wahid pun saat itu tidak melarangnya, hanya meminta jangan terlalu mewah.

Tarif yang dibanderolnya untuk merenovasi kamar sekitar Rp 60 jutaan, sementara soal keterangannya dalam BAP soal kamar berharga Rp 200 juta. Menurutnya saat itu ada napi yang hendak keluar dan meminta kepada Andri untuk menjual kamar yang sudah berfasilitas mewah ini. Namun Andri tak mengungkap siapa napi tersebut.

"Dia mau keluar lalu minta jual kamar dia. Saya cari info dulu ke karantina ada yang sudah dapat kamar atau belum. Nah transaksi ya antar mereka," katanya.

Selain merenovasi kamar narapidana, Andri juga mengaku mengurus uang kas saung yang ada di Lapas Sukamiskin. Menurunya, ada tujuh saung yang dikelolanya. Kendati saung-saung tersebut tidak dikomersilkan, namun para napi wajib mmberikan iuaran bulanan,

”Uang kas yang terkumpul selain untuk biaya perawatan saung, juga untuk memberikan THR kepada para sipir,” katanya.

“Kalau Wahid Husein (Kalapas) diberi THR juga,” kata salah seorang hakim.

“Tidak dia bisa minta sendiri,” jawab Andri. 

Ahmad Sayuti / jek

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 18 Februari 2019 | 16:30 WIB

    Polisi Sosialisasi MRSF di SMAN 1 Bandung

  • Senin, 18 Februari 2019 | 16:23 WIB

    Pemkot Bandung Siap Bantu KPU Wujudkan Pemilu Berkualitas

  • Senin, 18 Februari 2019 | 13:10 WIB

    Banjir Masih Kepung Sebagian Wilayah Dayeuhkolot

  • Senin, 18 Februari 2019 | 10:00 WIB

    Diterjang Banjir, Objek Wisata Taman Bougenville Tutup

  • Minggu, 17 Februari 2019 | 16:07 WIB

    Kapolres Bandung Tegaskan Majalaya Aman