Mendikbud: Siswa Perundung Guru Perlu Perlakuan Khusus

Mendikbud: Siswa Perundung Guru Perlu Perlakuan Khusus

Senin, 11 Februari 2019 | 14:07 WIB - Oleh: Daulat Fajar Yanuar
Mediasi Kasus Siswa Tantang Guru. Net

INILAH, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta pihak sekolah menuntaskan perundungan siswa AA terhadap gurunya.

Kasus tersebut terjadi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) PGRI, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Perundungan dilakukan oleh siswa terhadap guru di kelas yang belum lama ini terjadi dan menjadi viral di masyarakat.

Muhadjir mengatakan, apa yang dilakukan siswa tersebut kepada gurunya merupakan perbuatan tak terpuji dan termasuk pelanggaran berat. Namun yang lebih penting untuk dilakukan yaitu bagaimana caranya agar oknum siswa tersebut mendapatkan pemulihan mental dengan baik.

“Siswa yang memiliki perilaku seperti itu pun tidak diperkenankan mendapatkan sanksi yang justru akan membuatnya hancur dan masa depannya terampas,” kata Muhadjir kepada wartawan ditemui usai menghadiri ‘Kick Off Meeting Percepatan Pencapaian Sasaran dan Target Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Tahun 2019’ di kompleks Kemenko PMK, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Di sisi lain, Muhadjir juga mengingatkan kepada para guru agar bisa menjaga wibawanya di depan para siswa. Menurut mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu, guru mutlak untuk tampil berwibawa, disegani, dan menjadi teladan bagi semua siswa.

“Kalau guru sudah diinjak anak seperti itu, bagaimana dia bisa menjadi contoh untuk siswa-siswa,” kata Muhadjir.

Sementara Wakil Ketua Komisi IX DPR-RI Reni Marlinawati mengatakan, perlu dilakukan langkah tegas untuk menghentikan praktik perundungan yang dilakukan siswa. Dia meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) setempat melakukan penelusuran penyebab perilaku siswa tersebut.

"Dinas Pendidikan harus memberi perhatian serius atas peristiwa tersebut. Harus dicari akar penyebabnya, mengapa siswa memiliki adab yang tak terpuji," ujarnya.

Pihak sekolah, kata Reni, memiliki tanggung jawab penuh dalam pembentukan karakter anak didik. Jika sekolah memiliki komitmen kuat dalam pembentukan karakter anak, peristiwa tersebut tidak bakal terjadi.

"Jika memang sekolah abai dalam pembentukan karakter, Dinas Pendidikan harus memberi atensi serius terhadap sekolah tersebut," jelasnya.

Wakil Ketua Umum DPP PPP ini juga meminta pemda bersama penyelenggara pendidikan baik swasta maupun negeri lebih serius memperhatikan pembentukan karakter anak didik.

"Penguatan karakter dan akhlak anak didik harus dinomorsatukan, karena pendidikan tidak hanya fokus pada kecerdasan anak didik saja," pungkas legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat itu.

Daulat Fajar Yanuar / sur

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 18 Februari 2019 | 15:52 WIB

    Setelah Diperiksa, Joko Driyono Langsung Ditahan?

  • Senin, 18 Februari 2019 | 14:25 WIB

    LIPI Diminta Bentuk Tim Penyelaras

  • Senin, 18 Februari 2019 | 13:40 WIB

    Ledakan di Senayan, Polisi Periksa 10 Saksi

  • Senin, 18 Februari 2019 | 13:10 WIB

    Sandi Anggap 'Serangan' Jokowi ke Prabowo Bagian Demokrasi

  • Senin, 18 Februari 2019 | 10:40 WIB

    Hari Ini Joko Driyono Diperiksa Sebagai Tersangka

  • Senin, 18 Februari 2019 | 09:35 WIB

    Merapi Semburkan Awan Panas

  • Senin, 18 Februari 2019 | 09:15 WIB

    Sandiaga Uno Apresiasi Jokowi, tapi ...

  • Senin, 18 Februari 2019 | 08:46 WIB

    BPN: Pertanyaan Unicorn Aneh bin Ajaib