Dadang Naser: Lahan Kritis KBU Harus Ditangani Lintas Wilayah

Dadang Naser: Lahan Kritis KBU Harus Ditangani Lintas Wilayah

Senin, 11 Februari 2019 | 08:00 WIB
Banjir bandang menyapu 12 rumah warga, di antaranya 2 rumah ambruk dan 10 rumah rusak. INILAH/Dani Nugraha

INILAH, Bandung- Banjir bandang di Komplek Jati Endah Regency Dusun Pasirjati Desa Jatiendah Kecamatan Cilengkrang, disebabkan tanggul jebol karena intensitas hujan yang tinggi, Sabtu (9/2) malam WIB.

Banjir bandang menyapu 12 rumah warga, di antaranya 2 rumah ambruk dan 10 rumah rusak sedang dan mengakibatkan 3 orang meninggal dunia, 1 luka berat dan 2 orang luka ringan.

Bupati Bandung Dadang M. Naser meninjau lokasi kejadian. Ia mengungkapkan keprihatinan serta rasa bela sungkawanya atas peristiwa tersebut.

“Atas nama Pemerintah, saya turut prihatin atas bencana ini. Juga ikut berbela sungkawa kepada keluarga korban yang semuanya merupakan warga komplek ini,” kata Dadang saat meninjau Komplek Jati Endah Regency, Minggu (10/2/19).

Dilaporkan, kejadian tersebut menyebabkan 3 ora g korban jiwa. Yakni Firdasari (35t), Nuraini (25t) dan Rauvan (17 bulan). Korban luka berat atas nama Kiki (12), sedangkan Nisa (14) dan Ajay (45) menderita luka ringan.

Badan SAR Nasional (Basarnas), Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Muspika setempat langsung bergerak ke tempat kejadian. Tim gabungan tersebut melakukan pencarian dan telah berhasil mengevakuasi seluruh korban.

“Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang dengan cepat merespon kejadian ini. Terutama dari TNI/Polri, aparat kewilayahan serta Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang juga menurunkan personilnya,” ujarnya.

Dadang melanjutkan, Komplek Jati Endah Regency tidak termasuk wilayah Kawasan Bandung Utara (KBU). Dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Nomor 1/2016, KBU merupakan wilayah yang berada di ketinggian 750 meter di atas permukaan laut (mdpl).

“Komplek ini ketinggiannya di bawah 750 mdpl, jadi tidak berada di KBU. Tapi tidak dipungkiri, bencana ini diakibatkan kerusakan lingkungan di KBU. Area resapan air semakin berkurang fungsinya, sementara alih fungsi lahan terus terjadi,” ujarnya.

Wilayah KBU meliputi 10 kecamatan (30 kelurahan) di Kota Bandung, 2 kecamatan (8 kelurahan) di Kota Cimahi, 6 kecamatan (49 desa) di Kabupaten Bandung Barat, dan 3 kecamatan (20 desa) di Kabupaten Bandung.

Oleh karena itu, Dadang mengingatkan, permasalahan lahan kritis di KBU harus ditangani bersama lintas kepala daerah.

“Saya ingin semua kepala daerah, yang wilayahnya masuk KBU, untuk duduk bersama di bawah koordinasi gubernur. Kita harus evaluasi lagi dan merumuskan bersama bagaimana strategi melindungi KBU,” katanya.

Dani Rahmat N. / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 22 Februari 2019 | 00:30 WIB

    JPU Sebut Billy Sindoro Residivis

  • Kamis, 21 Februari 2019 | 17:10 WIB

    Bos Meikarta Jalani Sidang Tuntutan

  • Kamis, 21 Februari 2019 | 13:55 WIB

    Anak Buahnya Divonis, Sunjaya Segera Disidang

  • Kamis, 21 Februari 2019 | 12:00 WIB

    KPK Limpahkan Berkas Neneng Hasanah ke PN Bandung

  • Kamis, 21 Februari 2019 | 11:40 WIB

    PN Bandung Bangun Zona Integritas Bebas Korupsi

  • Kamis, 21 Februari 2019 | 09:00 WIB

    Wahid: Setnov Pernah Nginap di Luar Sukamiskin