Cerita Pilu Banjir Jati Endah, Ajay Selamat Anaknya Tewas Terseret Bah

Cerita Pilu Banjir Jati Endah, Ajay Selamat Anaknya Tewas Terseret Bah

Minggu, 10 Februari 2019 | 15:43 WIB
. INILAH/Dani R Nugraha
INILAH, Soreang – Ajay Jazuli (45) berhasil menyelamatkan diri saat banjir bandang melanda Kompleks Jati Endah Regency, Dusun Jati Pasir, Desa Jati Endah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Tapi, dia harus kehilangan putri sulungnya.

Hani Nurwijayani (25), putri Ajay itu, termasuk dalam daftar tiga korban meninggal banjir bandang melanda pada Sabtu (9/2) sekitar pukul 22.00 WIB itu. Dua lainnya adalah Firdasah (35) dan Raufan (17 bulan).

Ajay mengaku tak menyangka banjir bandang yang terjadi akan menewaskan Hani. Dia pun melepas kepergian putrinya itu yang dimakamkan di tempat pemakaman umum Cilengrang, Minggu (10/2/2019).

Saat banjir terjadi, ketika Ajay berjuang melawan maut, dua anaknya yang tengah bersamanya, ikut terseret banjir. Salah satunya Hani yang kemudian tak bisa menyelamatkan diri.

“Anak yang kecil luka di kaki dan memar di badan. Kalau yang pertama (Hani) hanjut terbawa banjir 50 meter dari lokasi rumah,” katanya.

Semula, kata Ajay, ia tak menyangka jika tanggul di sungai itu jebol. Sehingga, ia menahan air yang masuk ke rumahnya dengan berbagai barang yang ada. Namun air ternyata sangat besar dan masuk ke dalam rumah dengan cepat.

“Saya sempat menahan pintu, mungkin kalau lari bisa selamat. Enggak  tahunya air semakin besar dan pintu jebol,” katanya. 

Ia pun bercerita, banjir yang terjadi Sabtu (9/2) sekitar pukul 22.00 WIB itu, awalnya kecil. Ia yang sedang berada di dalam rumah pun berinisiatif menahan air di balik pintu dengan menggunakan barang seadanya.

Namun, saat hendak keluar rumah, air tiba-tiba menyembur ke dalam rumah. “Saya jatuh terpeleset. Jatuh dan terseret air. Setelah bangun, saya merayap mencari tempat yang aman. Sebab, banyak yang roboh,” katanya di Cilengkrang, Minggu (10/2/2019).

Ia pun menuturkan, saat itu dirinya tidak bisa keluar ataupun naik ke atas bangunan rumah. Dia khawati ada yang roboh. Akhirnya, Ajay Jazuli memilih berlindung di ruang tengah.

Sebanyak tiga orang warga tewas akibat diterjang banjir bandang yang terjadi di Komplek Pasir Jatienda, Dusun Pasir Jati RT 04/RW 06, Desa Jatiendah Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Sabtu (9/2) malam.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jawa Barat, Budi Budiman Wahyu di Bandung, Minggu (10/2/2019) menyebutkan ketiga orang warga yang meninggal dunia akibat banjir bandang di Kabupaten Bandung tersebut Firdasari (35), Nuraini (25) dan Rauvan (17 bulan).

Selain itu, lanjut Budi, sebanyak tiga orang juga mengalami luka-luka akibat kejadian bencana alam ini yakni Kiki (12) mengalami luka berat, Nisa (14) mengalami luka ringan dan Ajay (45) mengalami luka ringan.

Budi menjelaskan banjir di lokasi tersebut terjadi pada hari Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Banjir tersebut, lanjut dia, diakibatkan oleh intensitas hujan deras, sehingga sungai di kawasan Jatiendah meluap sehingga tak bisa menampung debit air sungai tersebut.

Banjir juga telah mengakibatkan dua unit rumah rusak berat dan 10 unit rumah rusak sedang.

"Saat ini kami terus terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung. Selain kami, BPBD Kabupaten Bandung, SAR dan tim aparat setempat menuju kelokasi kejadian untuk mengevakuasi warga yang meninggal dunia dan luka-luka," kata dia.

Dani Rahmat N. / ing

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 22 Februari 2019 | 00:30 WIB

    JPU Sebut Billy Sindoro Residivis

  • Kamis, 21 Februari 2019 | 17:10 WIB

    Bos Meikarta Jalani Sidang Tuntutan

  • Kamis, 21 Februari 2019 | 13:55 WIB

    Anak Buahnya Divonis, Sunjaya Segera Disidang

  • Kamis, 21 Februari 2019 | 12:00 WIB

    KPK Limpahkan Berkas Neneng Hasanah ke PN Bandung

  • Kamis, 21 Februari 2019 | 11:40 WIB

    PN Bandung Bangun Zona Integritas Bebas Korupsi

  • Kamis, 21 Februari 2019 | 09:00 WIB

    Wahid: Setnov Pernah Nginap di Luar Sukamiskin