Mengembalikan Jejak Sejarah di Pasar Bogor

Mengembalikan Jejak Sejarah di Pasar Bogor

Jumat, 8 Februari 2019 | 20:30 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya akan mempercantik bangunan antik di sekitar Pasar Bogor.

INILAH, Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya akan mempercantik bangunan antik di sekitar Pasar Bogor sesuai dengan bangun aslinya dan memfungsikannya sebagai pusat kuliner ataupun fungsi lainnya. Dalam waktu dekat, dia segera mengundang pemilik toko dan aset.

Bima mengatakan, dirinya sudah meninjau kawasan Pasar Bogor bersama jajaran direksi PD Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) dan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Saat meninjau kawasan dirinya fokus pada salah satu sudut kawasan pasar yang kental dengan nilai sejarahnya. 

“Memasuki Jalan Roda dari Jalan Raya Otista, tampak sejumlah toko masih mempertahankan ciri khas bangunan antik bernuansa Eropa-Tionghoa. Saya juga kemarin berbincang dengan sejumlah pemilik toko di sepanjang jalur tersebut. Rata-rata para pemilik toko ingin adanya dilakukan penataan dan siap mengikuti arahan pemerintah. Saya sangat terkesan dengan bangunan-bangunan tua yang sangat artistik,” ungkapnya di Bogor, Jumat (8/2).

Bima melanjutkan, ada keinginan pihaknya untuk bangunan-bangunan tua tersebut dipercantik kembali sesuai dengan aslinya. Kemudian difungsikan untuk kuliner dan sebagainya. Ini dalam rangka rencana pembenahan kawasan Suryakencana secara menyeluruh.

“Kami mengkoordinasikan semua dinas terkait di sini dengan Direksi PD PPJ yang baru. Kawasan Pasar Bogor tidak sekedar memiliki jajaran toko dengan bangunan unik. Tak jauh dari situ juga saya bertemu dengan cucu pemilik lahan eks Hotel Pasar Baroe yang merupakan hotel tertua di Kota Hujan. Hotel itu mulai berkembang sejak beroperasinya kereta api dari Batavia ke Buitenzorg pada tahun 1873 hingga peralihan abad 20,” tambahnya.

Masih kata Bima, hotel tersebut pada masa itu menjadi primadona bagi para pelancong selain Hotel Salak dan Hotel Belavue. Tetapi hotel itu mayoritas menjadi tempat pelesiran bagi warga Timur Asing seperti Tionghoa, Arab dan pribumi, karena Hotel Salak dan Hotel Belavue ketika itu tergolong sangat mewah sehingga hanya dapat dinikmati oleh warga Belanda dan Eropa lainnya.

“Saya akan mengundang para pemilik toko dan pemilik aset di wilayah Pasar Bogor untuk diajak berbicara dan meminta data-data dari mereka. Lalu kami akan mulai mematangkan perencanaannya serta desain seperti apa, nanti penganggarannya dari mana saja, kemudian yang bisa dikerjakan tahun ini apa saja. Tadi kami mulai dari titik Jalan Roda, nantinya pembenahan akan menyeluruh ke Lawang Seketeng dan semuanya,” jelasnya.

Direktur Utama PD PPJ Muzakkir mengungkapkan, pihaknya siap menjalankan instruksi Wali Kota Bogor. “Nanti tempat itu akan ditata ulang untuk dirapikan. Potensinya sangat bagus untuk wisata kuliner karena menawarkan arsitektur yang unik,” terang Muzakkir.

Muzakkir mengaku, pihaknya akan terus menjalin komunikasi intens dengan para pemilik toko dan pedagang di sekitar. “Semua aspek akan dikaji ulang. Semoga tahun ini bisa berjalan. Kalau secara keseluruhan pasarnya kan masih dua tahun lagi,” pungkasnya. (rizki mauludi/ing)

Rizki Mauludi / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Kamis, 21 Februari 2019 | 17:45 WIB

    Komisi IV Minta Pembangunan RSUD Jangan Bermasalah

  • Kamis, 21 Februari 2019 | 17:15 WIB

    Danrem Segera Mencari Prajurit Terbaik

  • Kamis, 21 Februari 2019 | 16:10 WIB

    Ade Yasin Dorong Kawasan LIPI Cibinong jadi Kebun Raya

  • Rabu, 20 Februari 2019 | 13:30 WIB

    BSF Akan Jadi Event Nasional

  • Rabu, 20 Februari 2019 | 11:50 WIB

    Hasil Survei IPB Memuaskan, PDAM Janji Tingkatkan Layanan