Horee....Akhir Bulan Ini Dana Kelurahan di Bogor Cair

Horee....Akhir Bulan Ini Dana Kelurahan di Bogor Cair

Kamis, 7 Februari 2019 | 11:09 WIB
INILAH, Bogor – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bogor, memastikan pencairan dana kelurahan di Kota Bogor dibagi menjadi dua tahap. Akhir Februari ini, dana tahap pertama sudah bisa cair.

Ini kabar menggembirakan bagi 68 kelurahan di Kota Bogor. Mereka akan segera mendapatkan dana kelurahan. Belum sepenuhnya karena pencairan dana kelurahan dilakukan dalam dua tahap.

Sekretaris BPKAD Kota Bogor, Lia Kania Dewi mengatakan, Kota Bogor mendapatkan alokasi dana kelurahan dari pemerintah pusat sebesar Rp25,16 miliar. Dari jumlah itu, tahap pertama akan disalurkan sebesar Rp12,58 miliar. 

“Iya, mudah-mudahan bisa akhir Februari ini cair tahap pertama dari pusat ke pemkot. Pencairan tahap pertama setengahnya dari Rp25,16 miliar,” ungkap Lia kepada INILAH di Bogor, Rabu (6/2).

Lia menambahkan, sebelum dana kelurahan dapat dicairkan, hal yang diperhatikan setiap kelurahan harus membuat Rancangan Kerja Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanan Anggran (DPA). “Karena lurah menjadi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA),” ujarnya.

Sementara untuk tahap dua baru dapat dicairkan setelah kelurahan melaporkan progres kegiatan juga serapan anggaran tahap pertama telah mencapai 50%. “Untuk pencairan tahap kedua bisa dilanjutkan jika pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran yang tahap pertama sudah habis 50%,” bebernya.

Adanya dana kelurahan tersebut disambut positif oleh pihak kelurahan. Salah satunya Lurah Babakan Pasar, Rokib Alhudry. Sambil menunggu dana kelurahan cair, saat ini pihaknya tengah melaksanakan asistensi RKA. 

“Kami tengah tahap asistensi perencanaan program dan program-programnya lebih kepada sarana dan prasarana pemukiman serta pemberdayaan masyarakat di wilayah,” bebernya.

Rajin mengaku, dirinya belum mengetahui secara pasti kapan pencairan dana kelurahan sekitar Rp370 juta akan diterima pihaknnya. 

“Informasinya dua tahap. Kapan pastinya kami belum tahu tergantung deadline dari perencanaan program terkejar semua,” terangnya.

Rokib juga mengatakan, bahwa dalam penggunaan dana tersebut nanti perlu pendamping dari pihak terkait. Apalagi ini merupakan program baru karena kelurahan tidak memiliki tenaga teknis untuk pembangunan dan sebagainya. 

“Jadi harus ada berkolaborasi. Seperti ada tim pengadaan barang dan tentunya pemkot yang punya itu. Kemudian dengan OPD-OPD teknis di antaranya Dinas PUPR dan Perumkim,” pungkasnya. (ing)

Rizki Mauludi / ing

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Kamis, 21 Februari 2019 | 17:45 WIB

    Komisi IV Minta Pembangunan RSUD Jangan Bermasalah

  • Kamis, 21 Februari 2019 | 17:15 WIB

    Danrem Segera Mencari Prajurit Terbaik

  • Kamis, 21 Februari 2019 | 16:10 WIB

    Ade Yasin Dorong Kawasan LIPI Cibinong jadi Kebun Raya

  • Rabu, 20 Februari 2019 | 13:30 WIB

    BSF Akan Jadi Event Nasional

  • Rabu, 20 Februari 2019 | 11:50 WIB

    Hasil Survei IPB Memuaskan, PDAM Janji Tingkatkan Layanan