Polsek Ciawi Batalkan Bentrok Susulan Matel dengan Warga

Polsek Ciawi Batalkan Bentrok Susulan Matel dengan Warga

Minggu, 20 Januari 2019 | 13:00 WIB - Oleh: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Polsek Ciawi berhasil membatalkan bentrok susulan antara Mata Elang (Matel) atau debt collector dengan warga di Jalan Raya Gadog Simpang Seuseupan, Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Potensi bentrok susulan itu karena adanya kesalahpahaman antara sekelompok orang dengan warga Desa Seuseupan. Kesalahpahaman itu mengakibatkan 1 orang warga Desa Seuseupan Kecamatan Ciawi bernama Idrus (56 tahun), mengalami luka dibagian kepala, diduga akibat pukulan oleh pipa besi. 

"Sabtu (19/1) sore kemarin terjadi kesalahpahaman dan malamnya Polsek Ciawi berhasil mencegah bentrok susulan, sampai dengan saat ini baik korban dan para saksi sedang dalam pemeriksaan unit Reskrim Polsek Ciawi sedangkan  warga sudah membubarkan diri  atau secara umum sampai dengan saat ini situasi aman terkendali," ucap Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena kepada wartawan, Minggu (20/1) .

Ibu 3 orang anak ini menuturkan pada Sabtu sekitar jam 18.30 WIB di Simpang Seuseupan Ciawi, salah seorang warga bernama Pandu melihat ada satu orang yang berdiri dipinggir jalan. Kemudian merasa dirinya diperhatikan oleh sekelompok orang  tersebut Pandu pun menghindari orang-orang dimaksud.

"Kemudian pelaku memanggil Pandu, karena ketakutan akhirnya Pandu berlari ke dalam rumah dan dikejar oleh dua orang pelaku sehingga menimbulkan keributan dan mengundang banyak warga berdatangan untuk mengamankan sekelompok orang tersebut, lalu  secara tiba-tiba salah seorang pelaku  memukul warga dengan menggunakan benda yang diduga pipa besi terhadap warga yang hendak memisahkan dan langsung melarikan diri. Dugaan sementara
bentrokan diatas karena ada kesalahpahaman antara matel dengan debitur," tuturnya. 

Kelompok pelaku pergi ke tempat yang belum diketahui. Namun, 3 orang diantaranya tertinggal hingga diamankan oleh warga setempat kemudian diserahkan kepada anggota Polsek Ciawi yang mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk selanjutnya diamankan di Polsek Ciawi.

"Saat ini Polsek Ciawi sudah meminta keterangan korban dan saksi-saksi, selaon itu aparat hukum juga mengamankan 8 orang yang diduga pelaku berinsial SE, DL, T, HL, LS, UA, ILO dan FS," jelas AKP Ita.

Menyikapi sengketa antara matel dengan debitur atau produsen dengan pelanggan,  Wakil Ketua Balai Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK)  Kabupaten Bogor Irawansyah mengatakan bahwa ini bukti perlindungan konsumen masih lemah.

"Peraturan kita masih lemah dan belum bisa melindungi konsumen yang konon katanya raja. Saya berharap undang - undang perlindungan konsumen diperkuat karena jangan kan pelaku usaha swasta yang kerap semenang - menang, negara pun seperti PLN langsung memberikan teguran padahal baru sebulan telat bayarnya," kata Irawansyah.

Dia meminta  semua pihak terutama pelaku usaha menghargai konsumen, karena mereka pasti juga menjadi konsumen diluar produk yang mereka jual. Jumlah kasus sengketa antar pihak produsen dengan konsumen di Kabupaten Bogor ini lebih dari 20 kasus tiap tahunnya 

"Kemarin saja ada pegawai leasing yang mengadukan permasalahannya hingga saya minta kedepan hak -hak konsumen harus lebih diperhatikan. Pelaku usaha boleh saja memberikan punishment kepada kreditur tapi ketika dia lancar dalam pembayarannya harusnya juga diberikan reward," pintanya. 

Reza Zurifwan / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Minggu, 17 Februari 2019 | 19:45 WIB

    Bogor Bertebaran Pemilih Milenial

  • Minggu, 17 Februari 2019 | 19:25 WIB

    Ahli Waris R3 Bertahan pada Akta van Dadding

  • Minggu, 17 Februari 2019 | 15:15 WIB

    Waduh, Puskesmas Nanggung Tak Ada Dokter Gigi

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 15:36 WIB

    Pemprov Jabar Kaji Moratorium Izin Usaha Tambang