Ingat Pesan Psikolog: Jangan Main Gawai di Ruang Pribadi

Ingat Pesan Psikolog: Jangan Main Gawai di Ruang Pribadi

Minggu, 13 Januari 2019 | 03:00 WIB - Oleh: Antara
ilustrasi. net

INILAH, Jakarta - Psikolog anak, Seto Mulyadi mengimbau pada orang tua agar anak-anak tidak mengakses internet dan bermain gawai di ruang pribadi dalam rangka menciptakan lingkungan internet yang aman bagi anak-anak.

"Mohon alat-alat internet dan sebagainya tidak di ruang pribadi anak, jadi di ruang keluarga," kata Seto kepada Antara saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu sore (12/1/2019).

Dia menyatakan, jika bermain
gawai atau mengakses internet di ruang keluarga, maka anak-anak itu terpantau baik, tanpa terkesan campur tangan.

"Jadi ada lingkungan yang membuat mereka sungkan, segan, tetapi kalau ruangan pribadi di kamar, mereka (anak-anak) merasa bebas
dan leluasa, karena tidak ada yang meluruskan atau melarang kalau itu negatif, ya akhirnya kebablasan terus," ujarnya.

Strategi berikutnya untuk menciptakan lingkungan internet yang aman bagi anak-anak adalah membiasakan adanya komunikasi dalam keluarga misalnya musyawarah keluarga, berdialog sore hari bersama-sama, mendongeng, bercerita pengalaman masing-masing dan diskusi.

Kemudian, orang tua didorong untuk menciptakan kegiatan-kegiatan alternatif yang menarik, menggalakkan kembali permainan tradisional, dan atau melakukan kegiatan lain seperti mengunjungi perpustakaan atau museum yang penuh dengan keakraban
.

Sehingga, suasana akrab terjalin tidak hanya melalui internet, tetapi justru melalui kegiatan di luar internet atau gawai, dan anak juga mempunyai pilihan bahwa internet hanya salah satu dari sekian banyak kegiatan yang sama-sama menarik.

"Jadi bukan sekadar memusuhi, internet jangan, ga
wai itu negatif, nggak, ada positifnya juga, tetapi ada keseimbangan dengan kegiatan lain yang kreatif dari para orang tua yang penuh persahabatan tidak ada tekanan-tekanan dan memosisikan orang tua sebagai sahabat anak bukan sebagai bos atau komandan," kata Seto.

Dampak negatif dari penggunaan ga
wai adalah perundungan, pelecehan dalam jaringan yang dapat membuat anak menjadi tertekan dan stres serta berperilaku menyendiri.

Untuk itu, Seto menekankan agar suasana kebersamaan harus selalu dibangun dalam keluarga. Dia mengatakan, para orang tua juga harus memosisikan diri sebagai sahabat anak bukan sebagai komandan atau bos yang lebih berkuasa dan main perintah.

"Jangan bermimpi mempunyai anak penurut, tetapi anak yang bisa bekerja sama dalam membangun apapun kerja sama antara orang tua dan anak," ujar Seto.

Antara / sur

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Rabu, 23 Januari 2019 | 21:30 WIB

    Film Gundala, Superhero Jagoan Indonesia

  • Rabu, 23 Januari 2019 | 10:50 WIB

    Junk Food Memang Menggoda, Ini Trik Menghindarinya

  • Rabu, 23 Januari 2019 | 10:45 WIB

    Fender Luncurkan Gitar Akustik Buatan AS

  • Rabu, 23 Januari 2019 | 10:40 WIB

    20.000 Perempuan Nigeria Jadi Korban Prostitusi Dunia

  • Rabu, 23 Januari 2019 | 10:10 WIB

    Berencana Serang Komunitas Muslim, 4 Pria Ditahan di AS

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 20:44 WIB

    Penyiar Ini Dibui Gara-gara Mewancarai Gay

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 18:30 WIB

    Ganti Kasir Konvensional dengan Aplikasi Moka

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 18:00 WIB

    Ingin Dapat Diskon Restoran, Gunakan Eatigo

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 15:30 WIB

    Mau Liburan ke Karimun Jawa, Tahan Dulu. Ini Alasannya