Masya Allah...Sempat-sempatnya Muslim Uighur Bantu Korban Tsunami

Masya Allah...Sempat-sempatnya Muslim Uighur Bantu Korban Tsunami

Sabtu, 12 Januari 2019 | 17:45 WIB - Oleh: Antara
. ANTARA FOTO
INILAH, Jakarta – Sesama muslim wajib saling membantu. Bahkan dalam keadaan terdesak sekalipun. Umat Muslim Uighur di China memberikan contoh untuk itu. Mereka yang sedang berada dalam tekanan rezim China, masih bisa memberikan bantuan untuk masyarakat Indonesia korban bencana tsunami.

Bantuan sebesar US$20 ribu atau sekitar Rp300 juta itu diserahkan Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur (Uighur), Seyit Tumturk, kepada Senior Vice President Aksi Cepat Tanggap (ACT), Syuhelmaidi Syukur, di Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Bangsa Indonesia atas dukungannya kepada Muslim Uighur yang saat ini ditindas pemerintah China," ujar Tumturk.

Ia mengemukakan masyarakat Uighur sangat terharu atas dukungan yang diberikan masyarakat Indonesia. Selain itu, kedatangannya ke Indonesia juga dalam rangka menyerahkan bantuan kepada masyarakat Indonesia yang tertimpa bencana.

"Hanya ini yang bisa kami berikan masyarakat Indonesia yang tertimpa bencana," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa total bantuan yang diberikan sebanyak US$60.000 atau mendekati Rp1 miliar, namun bantuan yang diserahkan melalui ACT sebanyak US$20 ribu.

Dalam kesempatan itu, ia juga menerangkan bahwa masyarakat Uighur mengalami kesulitan dalam beribadah seperti menjalankan salat dan berpuasa. Bahkan umat Muslim Uighur dipaksa untuk minum bir.

"Sekarang hanya ada sedikit masjid, banyak sudah dihancurkan. Parahnya lagi, pemerintah memasukkan orang asli China ke keluarga Uighur, dan anggota keluarga harus melayani semua permintaannya," jelas dia.

Sementara itu, Syuhelmaidi Syukur mengaku terharu yang mana disaat masyarakat Uighur tertindas namun masih memikirkan korban bencana.

"Apa yang menimpa saudara kita Uighur di Xinjiang, China, sangat memperihatinkan. Ini merupakan krisis kemanusiaan yang terjadi saat ini, " katanya.

Pihak ACT sudah berusaha untuk masuk ke wilayah Xinjiang yang mana terdapat sekitar 35 juta Muslim Uighur berada di sana, namun mengalami kesulitan untuk masuk ke wilayah itu.

Upaya yang dilakukan ACT yakni masuk melalui negara-negara yang berbatasan dengan Xinjiang. (*)

Antara / ing

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Kamis, 24 Januari 2019 | 11:07 WIB

    Begini Wujud Ahok Setelah Bebas

  • Kamis, 24 Januari 2019 | 10:35 WIB

    Keluar Lewat Pintu Belakang, Ahoker Kecewa

  • Kamis, 24 Januari 2019 | 07:15 WIB

    Tabloid 'Indonesia Barokah' Sudutkan Prabowo-Sandi

  • Kamis, 24 Januari 2019 | 05:37 WIB

    Ahok Hirup Udara Bebas

  • Kamis, 24 Januari 2019 | 04:52 WIB

    KPK Temukan Modus Rumit Suap Meikarta