Rampas Tas PNS TNI, Pria Nekat Ini Didor Polisi

Rampas Tas PNS TNI, Pria Nekat Ini Didor Polisi

Sabtu, 12 Januari 2019 | 14:45 WIB - Oleh: Rianto Nurdiansyah

INILAH, Bandung - Nekat betul aksi yang dilakukan pria ini. Dia merampas tas milik seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Detasemen POM DAM III Siliwangi. Polisi pun menembak sebelum menciduknya.

Pria itu berinisial II dan kini sudah diamankan Satreskrim Polrestabes Bandung. "Alhamdulillah kita berhasil amankan pelaku, bersama dengan DenPom," kata Wakasatreskrim Polrestabes Bandung Kompol Suparma, Sabtu (12/1).

Peristiwa curas itu terjadi di Jalan simpang Aceh-Jalan Sumatera, Jumat (7/1) sekitap pukul 05.15 pagi WIB. Korban berinisial ES berjenis kelamin perempuan, itu hendak berangkat kerja. Dia tiba-tiba dipepet orang tak dikenal. "Kemudian merampas tas dengan cara menarik korban," katanya.

ES pun mengalami luka-luka akibat terjatuh. Pelaku sempat kabur, sebelum akhirnya berhasil ditangkap polisi.

"Saat akan diamankan, yang bersangkutan melawan untuk melarikan diri, kita sudah peringkatkan namun pelaku tetap melakukan perlawan yang membahayakan petugas, kita pun berikan tindakan tegas dan terukur," katanya.

Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan enam ponsel hasil curian. Lalu, satu motor yang kerap digunakan pelaku saat beraksi, satu tas hasil curian, dan beberapa kartu identitas.

"Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku sudah 8 kali melakukan aksi curas di Bandung. Saat beraksi pelaku selalu seorang diri saat beraksi," jelasnya.

Pelaku kini terjerat pasal 365 ayat 1 dan 2 Ke-2e KUHPidana dengan ancaman 12 tahun penjara.
   

Rianto Nurdiansyah / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 02:30 WIB

    PPDB 2019 Harus Lebih Baik

  • Senin, 21 Januari 2019 | 17:00 WIB

    BNNK Gelar Sidak di Setda KBB, Ada Apa?

  • Senin, 21 Januari 2019 | 16:20 WIB

    Uang Rp 1 M ke Iwa Karniwa Mengalir Via Waras Wasisto

  • Senin, 21 Januari 2019 | 16:15 WIB

    Iwa Siap Jadi Saksi Sidang Suap Meikarta