Ketika PL dan PSK di Puncak Meronta Ogah Diamankan Satpol PP

Ketika PL dan PSK di Puncak Meronta Ogah Diamankan Satpol PP

Sabtu, 12 Januari 2019 | 11:27 WIB - Oleh: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Sejumlah pemandu lagu dan PSK meronta-ronta enggan diamankan petugas  gabungan Satpol PP dan Dinas Sosial Kabupaten Bogor.

Para PL dan PSK yang berada di Kawasan Puncak, itu sempat membuat petugas gabungan kewalahan. Mereka enggan dibawa ke Mako Satpol PP lantaran takut profesinya diketahui pihak keluarga.

"Jangan difoto, direkam video dan dibaea ke Mako Satpol PP, saya orang sini pak, saya malu dan takut jika keluarga tau saya berprofesi seperti ini," pinta salah seorang PL yang mengaku sebagai Warga Desa Cilember, Cisarua, Sabtu dini hari (12/1) WIB.

Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho menjelaskan, dalam operasi yustisi kali ini petugas berhasil mengamankan 26 pemandu lagu dan diduga PSK serta 2 orang pria hidung belang.

"Kalau pemandu lagu kami amankan dari sejumlah arena bernyanyi sementara PSK kami amankan dari beberapa hotel kelas melati diKawasan Puncak, dalam operasi yustisi ini kami menjalankan program Panca Karsa Bupati-Wakil Bupati Bogor Ade Yasin-Iwaj Setiawan yaitu Bogor Bekeradaban," jelas Agus Ridho.

Dia menerangkan puluhan pemandu lagu  dan diduga PSK serta pria hidung belang ini akan didata, ditest urine dan ditest HIV oleh petugas dari Dinas Kesehatan dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor.

"Operasi yustisi ini juga upaya Pemkab Bogor dalam mendata peredaran penyalahgunaan narkotika dan Orang Dengan HIV Aids (ODHA) di Bumi Tegar Beriman," terangnya.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Habib Agil Salim Alatas menambahkan dalam operasi yustisi ini, petugas gabungan juga menemukan pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2015 mengenai ketertiban umum dan surat edaran Bupati Bogor nomor 5 tahun 2014 lalu.

"Ada beberapa arena bernyanyi yang melanggar peraturan seperti peraturan dilarang mengadakan pemandu lagu, dilarang menjual minuman beralkohol dan tidak boleh ada kamar mandi didalam ruang karaoke, kami akan berupaya mencabut izin usaha arena bernyanyi tersebut atau jika tidak berizin maka petugas Satpol PP tidak segan-segan mensegel usaha ilegal tersebut," tambah Habib Agil.

Politisi PPP ini melanjutkan dirinya terus mendesak Satpol PP dan petugas lainnya untuk melakukan operasi yustisi atau nongol babat. Habib Agil berkeinginan wanita pemandu lagu atau diduga PSK tersebut berhenti dari profesinya dan beralih ke profesi lainnya yang lebih terhormat.

"Kita ini ga tega jika ada perempuan berprofesi kurang atau tidak terhormat ini, hingga akan diupayakan agar mereka bisa beralih profesi yang tidak membuat malu keluarganya," lanjutnya.

Reza Zurifwan / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 10:45 WIB

    Hmmm… Di Bogor Ada Praktek “Esek-esek” di Kos-kosan

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 10:25 WIB

    Ijazah Ditahan Sekolah, Ini Kata Kadisdik

  • Senin, 21 Januari 2019 | 21:15 WIB

    Bogor Kekurangan 2.400 Tenaga Kesehatan

  • Senin, 21 Januari 2019 | 21:00 WIB

    Bima Arya Panggil Calon Direksi PPJ

  • Senin, 21 Januari 2019 | 20:45 WIB

    Ganti Rugi R3, Tinggal Musyawarah

  • Senin, 21 Januari 2019 | 15:00 WIB

    Alun-alun Jonggol Dindandani, Begini Penampakannya

  • Senin, 21 Januari 2019 | 14:30 WIB

    Hore... Alun-alun Jonggol akan Didandani